Madiun

Pecel Jamu Nusantara

BACK to nature tidak hanya menjadi gaya hidup. Namun, sudah menjadi kebutuhan. Tren hidup dengan gaya alami makin digandrungi. Bahkan dari yang sana dengar, orang-orang luar negeri, khususnya negara barat sangat tertarik dengan hal-hal yang bernuansa alami. Tak heran, jika mereka tertarik dengan negeri kita, Indonesia. Tanah air kita kaya akan alamnya. Memiliki beragam tanaman yang kaya akan khasiat. Hal ini yang mereka cari sebagai pengganti obat-obatan kimia.

Kita harus sadar akan potensi ini. Jangan sampai mereka yang lebih dulu memanfaatkan kekayaan alam kita. Mereka yang boleh dibilang produsen obat kimia mulai menggencarkan penggunaan obat alami dari alam. Sebaliknya, kita yang memiliki obat-obat alami malah bergantung pada obat kimia. Saya berangan obat kimia menjadi alternatif terakhir masyarakat Kota Madiun. Menggunakan obat alami dari alam terlebih dahulu. Segala macam obat sejatinya sudah ada di alam. Bahkan, di lingkungan sekitar kita. Tuhan memang tidak menciptakan alam seisinya tanpa manfaat. Semua bermanfaat. Semua bisa digunakan.

Saya sengaja berkunjung ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Dari sana, wawasan saya terbuka. Ada beragam tanaman yang setelah dilakukan penelitian memiliki kandungan untuk menangkal penyakit. Menariknya, sejumlah tanaman itu bisa dikonsumsi layaknya sayur saat kita makan. Sebagian lagi, memiliki bunga yang indah. Saya jadi berpikir untuk mengkolaborasikan dengan program Pemerintah Kota Madiun.

Seperti tulisan saya sebelumnya, Pemerintah Kota Madiun terus berupaya mempromosikan makanan khas Pecel ke mata dunia. Saya berangan membangun kampung pecel. PeceLand namanya. Pecel Madiun yang sudah khas ini tentunya akan semakin menarik kalau juga menyehatkan. Sejumlah tanaman obat yang bisa menjadi sayur tadi, dimasukkan di dalamnya. Sudah mengenyangkan. Sehat pula. Pecel ini bisa sekaligus menjadi jamu. Jamu dari tanaman Nusantara. Jika digabung, Pecel Jamu Nusantara mungkin namanya.

Pecel yang belum diminati wisatawan luar negeri akan semakin tertarik dengan embel-embel obat alami tadi. Secara tidak langsung, kita mempromosikan pecel kepada dunia melalui fungsi obat alami yang terkandung di dalamnya. Saya banyak bertanya saat di balai besar tersebut. Kira-kira tanaman obat apa yang bisa dimasukkan dalam pecel. Selain itu, yang bisa tumbuh dengan geografis Kota Madiun. Ternyata cukup banyak. Di antaranya, pegagan, daun dan bunga pepaya, adas, krokot, kecombrang, sambang colok, bunga turi, taoge hijau, beribil, dan jembak.

Sebagian memang belum familiar. Sisanya sudah cukup familier namun kita belum cukup jelas khasiat dan manfaatnya. Seperti daun papaya yang dapat membantu pencernaan. Sedang, bunganya dapat membantu menurunkan demam. Begitu juga dengan tanaman krokot yang biasa tumbuh liar di sekitar kita ternyata berkhasiat membantu pencernaan sekaligus mencegah wasir. Sedang, bunga turi juga dapat membantu menurunkan demam dan taoge hijau merupakan sumber vitamin E.

Sejumlah tanaman lain memiliki khasiat yang lebih besar. Seperti pegagan yang bisa membantu mengurangi kepikunan. Begitu juga tanaman adas yang bisa membantu meredakam batuk. Mengkonsumsi tanaman-tanaman ini secara langsung mungkin akan susah. Tatkala dicampurkan dengan pecel bisa jadi lebih menarik. Apalagi, memperkaya rasa dalam pecel tadi.

Besarnya manfaat dari tanaman alam ini harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Pemerintah pastinya berada di depan memberi contoh. Saya berencana memasukkan sejumlah tanaman tadi dalam perkebunan di PeceLand nanti. PeceLand memang menghadirkan perkebunan pendukung pecel dan makanan khas Kota Pendekar lain. Selanjutnya, OPD harus menjadi instruktur masyarakat untuk juga menanam tanaman tadi. Ibu-ibu bisa digerakkan melalui PKK dan Dasa Wisma. Harapannya, setiap pekarangan yang kosong ditanami tanaman kaya manfaat tadi.

Tatkala banyak tanaman herbal di sekitar lingkungan, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada obat kimia. Segala penyakit sudah lebih dulu dicegah. Pasien rumah sakit semakin berkurang. Masyarakat sehat dan yang terpenting, masyarakat sehat secara alami.

Seperti yang saya bilang, sejumlah tanaman obat juga memiliki bunga yang indah. Ini juga sejalan dengan program pemerintah Kota Sejuta Bunga. Saya berangan tanaman-tanaman ini yang menghiasi sudut-sudut Kota Madiun. Jika selama ini tanaman bunga hanya dilihat untuk keindahannya. Ke depan, juga memiliki fungsi lain. Daunnya bisa untuk obat. Ataupun bunganya bisa dipetik untuk nilai ekonomis. Saya berangan Kota Madiun bisa memiliki jenis tanaman bunga yang mekar secara bergantian. Artinya, bunga yang mekar berbeda setiap bulannya. Namanya saja Kota Sejuta Bunga, bunga-bunga ini idealnya bisa dinikmati sepanjang tahun. Tentunya, memiliki fungsi kesehatan. Biar menjadi Jamu. Menjadi Pecel Jamu Nusantara.

*Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close