Pecat Dini Membayangi meski Telah Terima SK

83

PACITAN – Meski telah menerima surat keputusan (SK) pengangkatan, 214 bakal abdi negara hasil rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 Pacitan masih dibayangi pemberhentian. Pemecatan dini itu berlaku seandainya mereka melakukan pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat dalam setahun ke depan. ‘’Selama satu tahun ini merupakan masa pra-jabatan atau uji coba,’’ kata Sekdakab Pacitan Suko Wiyono kemarin (15/4).

Akan tetapi, Suko enggan menjelaskan lebih lanjut bentuk pelanggaran yang bisa membuat bakal CPNS itu diberhentikan. Hanya kategorinya adalah menjatuhkan martabat instansi dan ASN. Dia lupa kala ditanya ada tidaknya pelanggaran di masa pra-jabatan pengangkatan abdi negara periode sebelumnya. Sebab proses tersebut sudah cukup lama. ‘’Kalau PNS sanksinya penundaan atau penurunan jabatan, bakal CPNS ini langsung diberhentikan,’’ ujarnya.

SK pengangkatan diberikan oleh Bupati Indartato di Gedung Pendopo Pacitan kemarin. Selanjutnya, mereka sudah bisa melakukan tugas di instansi sesuai penerimaan. Orang nomor satu di Kota 1.001 Gua ini berharap ada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat. Mengingat formasi penambahan adalah guru, perawat, dan dokter. ‘’Selamat bertugas dan bisa bekerjasama dengan sebaik-baiknya,’’ pesannya.

Indartato sempat curhat bila jumlah kebutuhan ASN Pacitan masih kurang meski sudah ada penambahan rekrutmen tahun lalu. Guru SD, misalnya, masih kurang seribuan. Namun, dia menyadari bila daerah hanya bisa berharap sedangkan yang menentukan pusat. Bentuknya mengajukan usulan penerimaan CPNS untuk banyak formasi. ‘’Bahkan pengajuan di saat mendesak,’’ ujarnya. (odi/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here