Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol

74

MEJAYAN – Jalan tol Ngawi Kertosono masih menjadi menebar ancaman bagi pengguna jalan. Setidaknya Daihatsu pikap bernopol N 8970 WD yang dikemudikan Khafids warga jalan KH Wachid Hasim No 28 Pasuruan mengalami celaka KM 611, masuk  wilayah Mejayan setelah pecah ban. Mobil bermuatan ikan asin itu ringsek. Beruntung nyawa sopir 40 tahun itu dan Dian Ulfalak keneknya selamat. Diduga sopir mengemudi dengan kecepatan tinggi. ‘’Kecepatannya sekitar 70 km/jam, melebihi batas yang telah ditentukan,’’ kata Kanit Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim, AKP Bambang Hariyanto.

Bambang mengatakan jika kecelakaan itu terjadi di jalur B tol Madiun Kertosono sekitar pukul 08.20 kemarin (4/4). Awalnya Khafids berjalan di lajur kiri dengan kecepatan tinggi dari arah Nganjuk menuju Madiun. Nahas, sesampainya di lokasi kejadian, tiba – tiba ban belakang sebelah kiri pecah. Khafids yang tak dapat menguasai kemudi hingga mobil terguling dan terbalik. Kardus yang digunakan untuk mengemas muatan ikan asin pun  tercecer di jalan bebas hambatan itu. ‘’Kami segera lakukan evakuasi,’’ katanya.

Perwira dengan tiga balok dipundak ini mengatakan baik Khafids  maupun Dian sama-sama tak mengetahui jika kondisi ban mobilnya kurang baik. Hingga saat mobil dipacu dengan kecepatan diatas 60 kilometer perjam mengalami pecah ban. ‘’Beruntung mereka mengalami luka ringan,’’ katanya.

kata dia, evakuasi tak berjalan lama. Sekitar 30 menit. Pasalnya, pick up yang terlibat kecelakaan tunggal bukan kategori kendaraan besar. Dia menyebut jika sudah cukup banyak kecelakaan tunggal di tol. Untuk itu polisi mentgimbau agar pengemudi lebih berhati-hati dan tetap mengecek kendaraannya. ‘’Kebanyakan kasusnya terjadi karena human error, atau memang karena kendaraan yang tidak dalam kondisi prima,’’ pungkasnya. (fat/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here