Pacitan

PDP Meninggal sebelum Hasil Swab Keluar

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pemakaman dengan protokol Covid-19 dilakukan oleh petugas medis RSUD dr Darsono. Hal itu menyusul meninggalnya seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah dirawat seminggu di rumah sakit pelat merah tersebut pada Sabtu lalu (20/6).

Pasien berusia 50 tahun itu diketahui berasal dari Ngadirojo. Yang bersangkutan langsung dimakamkan begitu dinyatakan telah meninggal oleh dokter. ‘’PDP ke-18 itu dirawat sejak Rabu lalu (17/6),’’ kata Jubir Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto Minggu (21/6).

Saat kali pertama masuk rumah sakit, yang bersangkutan mengalami batuk dan demam. Selain itu, diketahui terdapat penyakit penyerta yang sudah lama diderita oleh pasien. ‘’Sakit spesifikasinya tidak kami ungkapkan. Yang jelas, ada penyakit penyerta dan itu perlu dirawat di rumah sakit, bukan di (isolasi) wisma atlet,’’ ujarnya.

Berdasarkan hasil penelusuran (tracing), pasien sempat diketahui pernah bepergian ke Surabaya beberapa waktu lalu. Dari situ pihak rumah sakit langsung melakukan swab test kepada yang bersangkutan. Namun, sampai dengan saat ini hasil tes tersebut belum keluar. ‘’Sebelumnya kami juga sudah melakukan rapid test dan swab test kepada para anggota keluarga pasien sebagai antisipasi,’’ terang kepala diskominfo itu.

Terhitung sampai dengan kemarin, sudah ada lima PDP yang meninggal dunia. Tiga di antaranya meninggal setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit luar daerah. Sedangkan, dua PDP lainnya meninggal ketika dirawat di RSUD dr Darsono. ‘’Sebagian besar PDP yang meninggal itu mempunyai riwayat penyakit penyerta,’’ ujarnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close