Pacitan

PDP Jakarta Nekat Mudik, Lewat Jalan Tikus, Diisolasi di Wisma Atlet Pacitan 

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sempat berkurang dua orang, pasien dalam pengawasan (PDP) di Pacitan kembali bertambah. Yakni, seorang pemudik dari Jakarta di Kecamatan Tulakan. Bahkan, perempuan tersebut dikabarkan sudah berstatus PDP dari ibu kota. ‘’Yang bersangkutan sempat dilakukan rapid test di sana (Jakarta, Red),’’ kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan (GTP) Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto Kamis (7/5).

Rahmad mengungkapkan, hasil rapid test perempuan tersebut dikabarkan negatif. Namun, pihaknya tidak percaya begitu saja. Sebab, menyandang status PDP dari zona merah. Perempuan 50 tahun tersebut langsung diminta karantina di wisma atlet Pacitan. Rencananya, uji swab bakal dilakukan untuk memastikan kondisinya. Sembari meminta keluarga pasien melakukan karantina mandiri di rumah. ‘’Karena di sana (Jakarta, Red) PDP, tentu di sini (Pacitan) kita masukkan PDP juga,’’ ujar kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan itu.

Pihaknya juga menelusuri jalur kepulangannya ke Pacitan. Perempuan tersebut masuk ke Kota 1.001 Gua lewat jalur tikus untuk menghindari penyekatan petugas di beberapa kota. Padahal, pemerintah tegas melarang mudik. ‘’Kami ketahui setelah ada laporan dari pemerintah desa,’’ imbuhnya.

Rahmad berharap kasus tersebut jadi temuan terakhir. Pun, warga di perantauan sudi menahan diri untuk tidak mudik ke Pacitan. Mengingat saat ini pemkab kesulitan melarang warganya. ‘’Tetap kami lakukan pengawasan ketat di perbatasan, dengan pemeriksaan suhu tubuh dan pendataan warga dari zona merah. Selanjutnya diawasi, ODR atau ODP,’’ katanya.

Saat ini, di Pacitan terdapat dua pasien PDP. Seorang  di antarnya petugas kesehatan. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji swab. Sementara, dari 10 PDP, sebanyak enam di antaranya negatif  dan boleh pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan dua orang PDP meninggal dunia. ‘’Untuk covid confirm kita ada enam orang,’’ sebutnya.

Rahmad berharap tambahan kasus tersebut bakal dibarengi kesadaran warga dalam penggunaan masker dan tetap berada di rumah. Mengingat, beberapa kali pihaknya mendapati warga enggan mengenakan penutup saluran pernapasan tersebut. ‘’Kami terus imbau, karena ini cara efektif untuk mencegah penularan,’’ ujar Rahmad. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close