PDAM Lawu Tirta Minta Pelanggan Hemat Air

107
TURUN TANGAN: Dirut PDAM Lawu Tirta Magetan Welly Kristanto saat membantu memasang pipa distribusi air.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Penghematan pemakaian air menjadi pesan yang disampaikan PDAM Lawu Tirta kepada pelanggannya. Sebab, kapasitas air baku yang tersedia sekarang terus mengalami penyusutan seiring belum berakhirnya musim kemarau. ‘’Masyarakat harus lebih efisien dalam menggunakan air, berhemat mulai sekarang,’’ kata Dirut PDAM Lawu Tirta Magetan Welly Kristanto Selasa (20/8).

Ketersediaan air baku PDAM bergantung pada volume Waduk Gonggang. Saat ini, debit air bendungan di Desa Janggan, Poncol, itu terus menyusut. Tinggal sekitar 650 ribu meter kubik. Padahal, normalnya adalah 950 ribu meter kubik. Sementara, kebutuhan air itu mencakup 3.500 pelanggan di wilayah Poncol, Parang, dan Ngariboyo. ‘’Kami perkirakan hanya mampu melayani hingga dua bulan ke depan atau sampai pertengahan Oktober mendatang,’’ terang Welly.

Kondisi serupa juga terjadi di sumber mata air PDAM. Welly menyebutkan saat ini kondisinya mengalami penurunan sekitar 20 persen atau sekitar 60 liter per detik. Kondisi tersebut tentunya berpengaruh pada kualitas pelayanan terhadap 5.000 dari sekitar 70.000 pelanggan PDAM Lawu Tirta. ‘’Seperti tekanan yang tadinya kuat jadi lemah. Ini biasanya dialami pelanggan di wilayah bawah,’’ ungkapnya.

Sementara bagi pelanggan di wilayah atas, tekanan air malah makin kecil. Bahkan, mati selama 1–2 jam. Terutama saat pukul 05.00–06.00 dan 17.00–18.00. Menurutnya, itu diakibatkan oleh faktor alam. Bukan karena kesengajaan PDAM. ‘’Untuk itu, kami meminta maaf atas turunnya kualitas pelayanan. Semoga pelanggan bisa memahami,’’ ucapnya.

Welly mengaku pihaknya sudah berupaya melakukan efisiensi pengeluaran air. Seperti dengan memasang alat pengendali tekanan untuk penghematan distribusi dan meratakan tekanan air hingga ke pelanggan. Upaya lain adalah dengan menambah jam operasional di 18 sumur dalam. ‘’Upaya yang kami lakukan ini harus mendapatkan dukungan dari para pelanggan,’’ ujarnya.

Kalaupun opsi itu dianggap masih kurang, pihaknya akan meminjam sumur dalam para petani. Dalam proses itu, PDAM melibatkan pihak DPUPR untuk mencukupi kebutuhan air bersih pelanggan. ‘’Ini masalah tahunan dan terjadi saat musim kemarau,’’ pungkas Welly. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here