PD Aneka Usaha Sudah Disuntik Rp 8,5 M Masih Kurang

124

MADIUN – Revisi peraturan daerah (perda) wajib dilakukan jika pemkot ingin Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha bernapas lebih lama. Pasalnya, perda 5 2012 tentang PD Aneka Usaha dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi yang dihadapi perusahaan saat ini. Selain penyertaan modal yang sudah diserap habis, pilihan jenis usaha perusahaan pelat merah itu juga terbatas. ’’Masih finalisasi, tim penyusunan raperda terus membahas,’’ ungkap Penjabat Sekda Rusdiyanto.

Revisi perda 5/2012 masuk dalam daftar program pembentukan perda (propemperda) 2018 bersama dengan 18 raperda lainnya. Rusdiyanto menjelaskan, saat ini tim pembentukan perda pemkot masih terus membahas sejumlah poin dalam raperda perubahan itu. Salah satu yang dinilai penting yakni poin mengenai penyertaan modal dari pemkot kepada PD Aneka Usaha. Pasalnya, kewajiban pemkot menyertakan modal Rp 8,5 miliar kepada PD Aneka Usaha sudah tuntas. Sementara saat ini, perusahaan membutuhkan suntikan modal baru.

Neraca keuangan di tiga unit usaha PD Aneka Usaha boleh dikata jomplang. Pendapatan perusahaan yang dipimpin Sutrisno itu banyak ditopang stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Mayjend Sungkono dan Basuki Rahmat. Sementara, unit percetakan hanya menyumbang sekitar Rp 100 juta dari total pendapatan Rp 741 juta di tahun lalu. Pun, unit usaha bengkel hanya menyumbang Rp 15 juta. ’’Dari sisi teknologi, unit usaha percetakan memang sudah ketinggalan zaman dengan kemajuan di industri itu saat ini,’’ terangnya.

Penyertaan modal, kata Rusdiyanto, dibutuhkan untuk menghidupkan kembali unit usaha percetakan itu. Modal tersebut akan digunakan untuk membeli sejumlah mesin percetakan baru untuk bisa bersaing. ’’Kami juga ingin percetakan PD Aneka Usaha bisa memfasilitasi kebutuhan percetakan di lingkungan pemerintahan,’’ kata dia.

Selain revisi pada penyertaan modal, poin yang rencananya akan direvisi yakni terkait jenis-jenis usaha yang dijalankan. Dalam perda tersebut, dijelaskan jika PD Aneka Usaha menjalankan bisnis SPBU, percetakan dan bengkel. Namun, zaman terus berkembang. Begitu pula ketiga jenis usaha yang mengalami pasang dan surut di Kota Karismatik. ‘’Pilihan usaha juga ikut dibahas tim saat ini,’’ sebutnya. ‘’Perda PD Aneka Usaha masuk propemperda tahun ini, karena itu, wajib tahun ini pula bisa diselesaikan,’’ imbuh Rusdiyanto. (naz/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here