PCW: Proyek Puskesmas Punung Ada Indikasi Ketidaksesuaian Spek

61

PACITAN – Telinga Bupati Pacitan Indartato gatal juga mendengar kabar seputar buruknya kualitas proyek pembangunan Puskesmas Punung. Dia pun mendesak rekanan pelaksana PT Noor Lina Indah serius menyelesaikan pekerjaannya selama masa pemeliharaan. Kontraktor asal Menanggal, Gayungan, Surabaya, itu harus membenahi dan memperbaiki kerusakan. ‘’Harapannya dibenahi dengan baik. Tidak ada masalah. Bangunan kuat sesuai standar yang ditentukan,’’ kata Indartato usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Pacitan kemarin (14/3).

Terkait ambrolnya plafon kamar mandi Puskesmas Punung, pihaknya sudah melakukan pengecekan. Dia tidak menyebut kapan dilakukan. Atas dasar tersebut pihaknya meminta rekanan segera memperbaiki. Dia mewanti-wanti agar pekerjaan pembangunan Puskesmas Punung, termasuk perbaikannya, rampung sebelum masa pemeliharaan usai. ‘’Kami sudah memberikan imbauan,’’ ujar Pak In, sapaan Indartato.

Menurut Pak In, ketidakrapian hingga kerusakan bangunan tersebut sebagai bagian dari evaluasinya. Menurut dia, seluruh pekerjaan harus sesuai dengan sistem dan aturan yang berlaku. Termasuk jika nantinya terjadi pelanggaran atau pekerjaan yang kurang baik. Dia bakal tegas. Seluruh konsekuensinya bakal dijalankan. ‘’Sesuai perpres, ada aturannya. Misalkan pekerjaannya kurang baik dan sebagainya. Itu akan kami laksanakan,’’ ancamnya.

Terpisah, Ketua Pacitan Corruption Watch (PCW) Ashar Subandi tidak ingin pengawasan berorientasi selama masa pemeliharaan berlangsung. Menurut dia, pekerjaan proyek pembangunan Puskesmas Punung terindikasi tidak sesuai spek. Pasalnya, saat kejadian tidak ada gangguan alam atau bencana. Murni akibat kondisi bangunan yang dikerjakan asal-asalan. Bahkan, ketidaksesuaian tersebut bisa dilihat secara kasatmata. ‘’Plafon jebol itu sudah menandakan ketidaksesuaian spek. Apa pun alasannya,’’ sergahnya.

Dia minta pengawasan pemerintah dan aparat penegak hukum dilakukan serius. Anshar berencana mengumpulkan keterangan terkait kejadian ambrolnya plafon kamar mandi Puskesmas Punung Sabtu lalu (2/3) itu. Dia bakal ke dinas kesehatan (dinkes) hingga Kejari Pacitan. ‘’Besok saya akan telepon Pak Eko (kepala Dinkes Pacitan, Red),’’ janjinya sembari menambahkan akan menemui kasi pidsus Kejari Pacitan.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Pacitan memilih wait and see atas pekerjaan proyek pembangunan Puskesmas Punung senilai Rp 3,1 miliar itu. Terlebih dengan munculnya catatan buruk dari dewan hingga ambrolnya plafon kamar mandi puskesmas tersebut. Alasannya, hingga kini pekerjaan proyek milik dinkes tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Ketidaksesuaian spek bisa diketahui usai masa pemeliharaan selesai. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here