Paulus Suryo Baggyo-Tri Suharlina, Pasutri Perajin Kulit Kelinci

34
KREATIF: Tri Suharlina saat menjahit kantong berbahan kulit kelinci yang dipadupadankan dengan kulit sapi sintetis.

Kelinci ternyata mempunyai banyak manfaat. Selain dagingnya dapat dikonsumsi menjadi sate, kulit hewan bertelinga panjang itu bisa dijadikan sebagai kerajinan tangan. Seperti yang dilakukan sepasang suami istri Paulus Suryo Baggyo-Tri Suharlina selama ini.

—————–

CHOIRUN NAFIA, Magetan, Jawa Pos Radar Magetan

LEMBARAN kulit kelinci tertata rapi di meja rumah milik Paulus Suryo Baggyo di Desa Bangsri, Ngariboyo, Magetan, Selasa (13/8). Tampak pula jejeran dompet dan sandal berbahan kulit kelinci dengan bulu yang lembut dan beragam corak di meja itu.

Di sisi lain, Tri Suharlina, istri Suryo, sedang sibuk menjahit kantong-kantong berbahan kulit kelinci yang dikombinasikan dengan kulit sapi sintetis. ‘’Ini sedang ngebut pesanan dari Balikpapan,’’ kata Suharlina.

Disebutnya itu merupakan pesanan perdana. Sebelumnya, dia belum pernah menerima orderan kerajinan tangan berbahan kulit kelinci. Sehingga, apa yang sedang dijalaninya ketika itu baru sebatas uji coba yang berbuah rupiah.

Karena baru awal, produksi yang dihasilkan belum banyak. Apalagi, untuk mendapatkan kulit kelinci yang bagus itu tidak gampang. ‘’Tapi, kami ingin produksi ini berkelanjutan. Tidak sekali produksi terus berhenti,’’ ujar perempuan 51 tahun itu.

Suharlina mengatakan, lembaran kulit kelinci itu diperoleh dari pengepul. Harganya sekitar Rp 80 ribu per lembar. Sementara, untuk mengolah kulit kelinci menjadi sebuah kerajinan tangan dibutuhkan proses panjang.

Seperti, kulit itu harus disamak. Tetapi, tidak sampai melalui tahapan pengapuran. Supaya bulu dalam kulit kelinci tersebut tahan lama. ‘’Kami menyamaknya di UPT industri kulit dan produksi kulit Magetan. Karena di rumah kami tidak memiliki IPAL,’’ terangnya.

Semua tahapan itu dijalankannya sendiri. Tanpa menggunakan mesin jahit. Sehingga, tak ayal jarinya sering tertusuk jarum. ‘’Karena masih produksi awal, jadi belum bisa beli mesin jahit,’’ ungkapnya.

Ada beberapa jenis kulit kelinci yang dapat dipakai untuk kerajinan tangan. Setiap jenis mempunyai ciri khas masing-masing. Baik itu jenis rex, flemish giant, bligon, hingga American chinchilia. ‘’Semua jenis kelinci kami gunakan,’’ imbuh Suryo.

Pembeda bagus tidaknya sebuah kerajinan tangan itu adalah bulu kulit kelinci tersebut. Oleh karenanya, Suryo dan Suharlina selalu selektif memilih kulit kelinci yang akan diolah menjadi kerajinan tangan. ‘’Paling bagus itu (kelinci) usia 5-7 bulan,’’ ungkap Suryo yang juga peternak kelinci tersebut.

Dia mengaku mulai menggeluti bisnis kerajinan kulit kelinci sekitar dua tahun lalu. Berawal dari masukan teman bahwa kulit kelinci dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Dari situ dia mendaftarkan diri mengikuti pelatihan untuk mengembangkan usahanya tersebut. ‘’Akhirnya keinginan kami perlahan bisa terwujud. Kami ingin kulit kelinci ini bisa berkembang seperti kulit sapi,’’ terang Suryo. ****(her/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here