Madiun

Pasokan Alat Medis di Kabupaten Madiun Tak Lancar

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pasokan peralatan medis ke beberapa puskesmas di Kabupaten Madiun tidak lancar. Instansi layanan kesehatan itu diketahui masih kekurangan masker N-95, alat tes cepat, dan vitamin. 

Persoalan itu didapati komisi B DPRD ketika menggelar inspeksi mendadak (sidak) Senin (18/5). Mitra kerja dinas kesehatan (dinkes) itu ingin mengetahui kondisi riil di lapangan hingga sejauh mana penanganan pandemi Covid-19. ‘’Terutama puskesmas yang ada PDP (pasien dalam pengawasan, Red)-nya,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat.

Wahyu menyebut, masker jenis N-95 yang paling dikeluhkan puskesmas. Jumlah alat pembungkus hidung dan mulut yang kualitasnya lebih baik dari masker bedah itu minim. Puskesmas juga kekurangan pasokan rapid test. Menurut dia, persoalan itu semestinya tidak terjadi. Sebab, dinkes telah menebus lima ribu unit alat tersebut awal bulan ini. ‘’Serapan rapid test puskesmas yang ada PDP-nya paling banyak,’’ ungkapnya.

Kekurangan lainnya pada vitamin. Kebutuhan nutrisi tambahan itu tidak boleh dikesampingkan demi menjaga kondisi fisik petugas medis. Sementara, stok alat pelindung diri (APD) diklaim aman. ‘’Karena, selain dari dinkes, ada donasi dari berbagai kalangan masyakarat,’’ ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Wahyu berharap dinkes segera mengatasi masalah kekurangan alat medis di puskesmas. Menyegerakan pendistribusian masker N-95 dan rapid test jika memang belum dilakukan. ‘’Keterjaminan persediaan alat medis di puskesmas yang ada PDP-nya sangat penting,’’ tegasnya. 

Sementara, Sekretaris Dinkes Kabupaten Madiun Agung Tri Widodo menyebut tidak mengalami kekurangan alat medis. Stok masker N95, rapid test, dan vitamin aman. ‘’Persediaan alat medis untuk penanganan Covid-19 itu cukup semua,’’ klaimnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close