Magetan

Pasokan Air Dibagi-bagi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kembali dibukanya pintu air Telaga Sarangan diprediksi tidak akan berdampak besar pada kondisi pertanian di Magetan saat musim kemarau saat ini. Sebab, beberapa tanaman padi dan sayuran para petani sudah banyak yang mati. Total luasannya mencapai 511 hektare yang tersebar di delapan desa.

Dari total luas tersebut, separo lahan sudah tidak bisa diselamatkan. Karena tanaman padi dan sayurannya sudah puso. Kasus terparah terjadi di Buluharjo, Plaosan. ‘’Terancam gagal panen,’’ kata Supriyanto, salah seorang petani di Buluharjo.

Supriyanto mengaku banyak tanaman seledrinya yang sudah mengering. Karena hampir sebulan lahan pertaniannya tidak mendapat pasokan air. Bahkan, sejak pintu air Telaga Sarangan kembali dibuka Selasa lalu (15/10), aliran air belum sampai membasahi lahan pertaniannya karena pasokan air dibagi-bagi. ‘’Jadi, masih harus digilir lagi,’’ ujarnya.

Dengan demikian, Supriyanto menyatakan pembukaan pintu air Telaga Sarangan belum sepenuhnya dirasakan oleh para petani. Karena idealnya dibutuhkan 300 liter per detik selama 24 jam untuk proses pengairan sawah. Tapi, sementara ini dibatasi hanya 10 hari dengan debit air sekitar 200 liter per detik. ‘’Karena kebutuhan air untuk tanaman sayuran itu hampir setiap hari,’’ ungkapnya.

Kasi Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan SDA II BBWS Bengawan Solo Santosa menyatakan, aliran air yang sudah disepakati tidak bisa ditambah lagi. Sebagai tindak lanjut, ke depan masalah pasokan air akan dihitung secara cermat. ‘’Kami akan antisipasi musim kemarau panjang tahun depan,’’ ujarnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close