Madiun

Pasien Positif Korona Kota Madiun Tembus 64 Kasus

Persentase Kesembuhan Minim

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penambahan kasus baru nyaris terjadi setiap hari. Sementara persentase kesembuhan pasien masih terbilang minim. Klaster keluarga dan persebaran lokal mulai bertambah. Seperti kasus baru dari pasien nomor 63 dan 64 yang diumumkan Senin (24/8). Pasien nomor 63 berinisial ARP, laki-laki 24 tahun asal Tawangrejo, Kartoharjo. Pasien nomor 64 berinisial YA, laki-laki 36 tahun dari kelurahan yang sama.

Kedua pasien itu merupakan kontak erat dari pasien nomor 39 dan nomor 43. ARP dan YA sempat batuk-pilek dan demam. Meski setelah diobati keluhan itu hilang, keduanya tetap mengikuti rapid test antibody lantaran berstatus kontak erat dengan kasus konfirmasi. Hasilnya reaktif. Dilanjutkan polymerase chain reaction (PCR) dan terkonfirmasi positif Covid-19.

Bersamaan itu, dua pasien yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Winongo, Manguharjo, dinyatakan sembuh. Yakni, pasien nomor 39 berinisial ER, laki-laki 56 tahun, dan pasien nomor 40 berinisial DS, perempuan 55 tahun. Keduanya menjalani perawatan selama 23 hari di rumah sakit sejak terkonfirmasi 11 Agustus lalu. Seperti diketahui, klaster keluarga yang telah membentuk transmisi penyebaran lokal itu tidak memiliki riwayat bepergian maupun menerima tamu dari luar kota.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani enggan buka suara terkait langkah penanganan mengantisipasi lonjakan kasus dari klaster keluarga maupun persebaran lokal. ‘’Sudah ada jubirnya,’’ kata Wardani singkat usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Madiun kemarin.

Wali Kota Madiun Maidi menyadari, jika telah terbentuk klaster dari rumah (keluarga), akan banyak lagi warga yang terinfeksi Covid-19. Karena itu pihaknya bakal rapat dengan Dinkes-KB Kota Madiun untuk membahas formula baru terkait dengan penanganan. ‘’Jika klaster sudah sampai rumah, satu rumah lima orang, bisa kena semua. Nah, berapa ribu orang nanti,’’ kata Maidi.

Maidi membeberkan, peningkatan daya tahan tubuh menjadi langkah pertama yang sejauh ini telah dilakukannya. Lewat pembagian sayur-mayur, susu, dan telur secara gratis. Termasuk menerima masukan dari dinkes-KB tentang vitamin apa yang perlu diberikan kepada masyarakat. ‘’Kita sudah mengerem. Pencegahan sudah dilakukan, masker sudah oke, protokol kesehatan sudah disiplin, meningkatkan imun juga sudah,’’ tegasnya.

Setelah perubahan anggaran keuangan (PAK) digedok akhir bulan ini, pemkot bakal menggelontorkan Dana Insentif Daerah (DID) 2020. Difokuskan untuk percepatan penanganan Covid-19 serta peningkatan ekonomi di 27 kelurahan. ‘’DID digelontorkan untuk kelurahan. Penanganan Covid-19 ditingkatkan, ekonomi juga harus digas,’’ ucap pejabat asal Magetan itu. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close