Madiun

Pasien Korona 24 Kota Madiun Tidak Jujur

Pemkot Koreksi Data Kelurahan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot terpaksa memperbaiki data pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Gara-gara pasien nomor 24 yang sebelumnya dari Kelurahan/Kecamatan Manguharjo ternyata dari Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo. Pasien laki-laki berinisial DS dan berusia 22 tahun itu menjalin kontak erat dengan pasien nomor 22 yang tinggal sendirian di Demangan, Taman. ‘’Ada perubahan data karena pasien tidak jujur dalam wawancara,’’ kata Kasi Layanan Aplikasi dan Tata Kelola Pemerintah Elektronik Diskominfo Noor Aflah.

Kamis (23/7) juga terdapat penambahan kasus baru. Yakni, pasien nomor 25 berinisial T asal Banjarejo, Taman. Pasien perempuan 61 tahun itu merupakan pedagang di Pasar Sambirejo, Jiwan, Kabupaten Madiun. ‘’Dia terkonfirmasi positif berdasarkan hasil swab test 21 Juli lalu,’’ terangnya.

Kronologi singkatnya, yang bersangkutan mengeluh sakit kemudian dibawa ke RS Griya Husada 16 Juli lalu. Selang empat hari menjalani medical check-up (MCU) pre-operasi batu empedu. Saat di-rapid test hasilnya reaktif. ‘’Saat ini pasien dirawat di ruang isolasi RSI Siti Aisyah, Madiun,’’ jelasnya.

Pemkot bakal melakukan tracing (pelacakan) terhadap pasien yang sempat dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan itu. Mulai keluarga yang kontak erat hingga dokter dan petugas surveilans Puskesmas Banjarejo.

Di sisi lain, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun resmi dihapus Kamis (23/7). Seiring terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82/2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Kini, satuan tugas (satgas) mengampu dua tugas sekaligus. Percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan transformasi ekonomi. Perilisan penambahan kasus kini di-handle Diskominfo Kota Madiun. ‘’Gugus tugas dibubarkan. Jadi sudah tidak ada lagi jubir,’’ kata Aflah.

Sebelumnya, Wali Kota Madiun Maidi menegaskan percepatan pemulihan ekonomi serta pengawasan protokol kesehatan langsung ditangani Pendekar Waras. ‘’Kota Madiun sudah siap,’’ tegas Maidi.

Nantinya, Pendekar Waras yang bertugas mengedukasi masyarakat untuk pembiasaan protokol kesehatan. Juga, mendukung pemkot dalam memulihkan ekonomi perkotaan. ‘’Sebagaimana arahan Kemendagri, Pendekar Waras siap menjalankan tugas-tugas kedisiplinan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close