Pasien Hepatitis A Overload, Dua Puskesmas Dipinjami Velbed BPBD dan Dinsos

26
ALA KADARNYA: Pasien penderita hepatitis A di Puskesmas Ngadirojo dirawat di lobi menggunakan velbed pinjaman dari BPBD Pacitan, Kamis (27/6).

PACITAN – Membeludaknya pasien penderita hepatitis A membuat sejumlah puskesmas di Pacitan overload. Puskesmas Ngadirojo misalnya, terpaksa merawat sebagain pasiennya di lobi. Pun menggunakan velbed bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan. ‘’Insya Allah mencukupi dengan adanya bantuan tempat tidur dari BPBD,’’ kata Nanik Setyowati, koordinator rawat inap Puskesmas Ngadirojo, Kamis (27/6).

Menurut kapasitas rawat inao Puskesmas Ngadirojo hanya 20 pasien. Untungnya, pasien rawat inap tidak butuh waktu lama. Rata-rata hanya dua hingga tiga hari. Selanjutnya mereka akhirnya rawat jalan dan kontrol berkala. Sehingga, ruang rawat inap, termasuk tempat tidur bisa digunakan bergantian pasien lainnya. ‘’ Setiap hari ada yang keluar dan masuk,’’ ujarnya.

Nanik menambahkan Kamis pagi (27/6) jumlah penderita mencapai 63 pasien. Sebanyak 31 di antaranya boleh pulang lantaran kondisinya mulai membaik. Namun, jumlah kembali bertambah. Pihaknya kedatangan 11 pasien baru. Masing-masing harus rawat inap. ‘’Puncaknya 23 Juni lalu. Cuma 63 ini termasuk yang terbanyak,’’ bebernya.

Prasasti Intan Derasti, staf  Puskesmas Ngadirojo, menyebut jumlah pasien penderita hepatitis A yang ditangani mencapai 149 orang. Data tersebut tercatat per pukul 14.00 Kamis (27/6). Pasien terbanyak dari Desa Pagerejo. Hany, Intan belum bisa membeber jumlahnya. ‘’Datanya belum kami print, ini masih global,’’ tuturnya.

Pasien rawat inap rata-rata 60 orang sehari. Peningkatan tersebut terjadi seiring status kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A. Untuk menangani lonjakan pasien tersebut, pihaknya mendapat bantuan dari Pemkab Pacitan. ‘’Sejumlah dokter di dinas kesehatan dan puskesmas lainnya diperbantukan untuk menangani pasien hepatitis di sini,’’ jelasnya.

Tumiran, salah seorang penderita hepatitis A, sudah tiga rawat inap di Puskemas Ngadirojo. Awalnya dia merasakan mual, pusing dan muntah. Belakangan bola matanya menguning dan air kencingnya agak kemerahan. Selama menjalani perawatan kondisinya mulai membaik. ‘’Yang dari lingkungan sekitar saya banyak,’’ imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Eko Budiono menyebut membeludaknya pasien hepatitis juga terjadi di Puskesmas Sudimoro. Untuk mengatasi overload, dinkes juga meminjam velbed ke dinas sosial sepuluh unit. Untungnya, pasien rawat inap tidak butuh waktu lama. ‘’Kalau ada indikasi harus dirujuk atau mampu, ya dirujuk. Nanti dibuatkan surat pengantar,’’ jelasnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here