Pascainsiden Dua Penambang Tewas, Tambang Pasir Kesongo Disegel

188

NGAWI – Tambang pasir maut di Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Paron, akhirnya disegel. Police line dibentangkan di lokasi penambangan kemarin (23/1) setelah sehari sebelumnya terjadi insiden dua penambang tewas tertimbun longsor. ‘’Bersama jajaran muspika, Perhutani, pemdes, dan warga setempat, tambang kami tutup,’’ kata Kapolsek Paron AKP Widodo.

Dua penambang pasir warga setempat yang meregang nyawa bersamaan di lokasi tambang menjadi alasan kuat penutupan. Suyoko, 52, dan Wagiman, 57, tertimbun longsor saat mencari pasir dengan peralatan tradisional.

Widodo tidak ingin lagi melihat warga di wilayah hukumnya kembali mengeruk pasir dengan cara yang berbahaya. ‘’Penutupan juga karena kegiatan penambangan di sana itu merupakan pelanggaran hukum,’’ imbuh Widodo.

Di balik penyegelan tersebut, pihak Perhutani enggan disebut lalai kendati aktivitas penambangan sudah ada sejak dua tahun lalu. ‘’Kami sudah sering memberikan sosialisasi dan pelarangan, tapi nyatanya penambangan terus berlangsung,’’ kata Humas Perhutani Ngawi Eko Pambudi. ‘’Sosialisasi terakhir pertengahan 2018 lalu. Kami juga sudah memsang papan larangan agar masyarakat tidak melakukan penambangan galian C,’’ imbuhnya.

Eko juga membantah aktivitas penambangan itu terus berlangsung lantaran ada kongkalikong antara penambang dan oknum petugas Perhutani Ngawi. ‘’Tidak ada yang namanya uang sogok di kami untuk pelaksanaan penambangan,’’ tekannya.

Dia menyebut, warga nekat menambang di kawasan petak 441 RPH Widodaren tersebut dengan dalih urusan perut. ‘’Pengawasan juga terkendala karena jumlah petugas yang terbatas,’’ ujar Eko.

Eko menjelaskan, RPH Widodaren memiliki 445 hektare lahan hutan. Total luasan lahan tersebut hanya mendapat pengawasan dari lima petugas. Itu sudah termasuk mantri hutan. ‘’Idealnya seorang mandor mengawasi 75 hektare. Kalau ini, satu petugas mengawasi seratus hektare lebih,’’ pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Suyoko dan Wagiman, warga Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Paron, tewas tertimbun longsor saat menambang pasir di tepi sungai dusun setempat, Selasa siang (22/1). Kala itu, keduanya beraktivitas bersama 10 warga lainnya.

Mendadak tanah tebing di atas sungai ambrol hingga mengubur Suyoko dan Wagimin. Sedangkan 10 rekan sesama penambang pasir lolos dari maut. (mg8/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here