Pasca UNBK Pengangguran Meledak

17

MAGETAN – Jumlah warga Magetan berstatus pengangguran berpotensi bertambah. Potensi itu bisa saja muncul pasca pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA sederajat berakhir.

Terlebih, berdasarkan data cabang dinas pendidikan (cabdindik) Madiun setidaknya baru sekitar 10 persen dari 7.254 siswa kelas XII SMA sederajat yang sudah diterima di perguruan tinggi (PT) dan diterima bekerja. Di sisi lain, ketersediaan lapangan pekerjaan di daerah terbatas. ‘’Kelulusan (SMA sederajat) menjadi penyumbang terbanyak pengangguran,’’ terang Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Magetan Suyadi kemarin (7/4).

Kendati begitu, Suyadi belum bisa memprediksi jumlah pasti penggangguran yang muncul. Sebaliknya, data dari BPS belum bisa pihaknya jadikan pegangan. Karena survei dilakukan setiap tahun. Sementara disnaker baru akan menyusun data itu setelah pengumuman kelulusan. ‘’Kami baru akan membuat, jadi nanti semua data akan muncul berapa potensinya,’’ ujarnya.

Diakuinya, lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. Misalnya, satu perusahaan hanya menargetkan rekkrutmen 20 karyawan baru. Sedangkan, pendaftarnya mencapai ribuan orang. ‘’Sebenarnya kami terus melakukan penyaluran tenaga kerja, tapi tidak seimbang dengan jumlah lulusan yang lebih banyak,’’ ungkap Suyadi.

Dia menambahkan belum tentu semua lulusan itu sudah siap kerja. Karena tidak semua juga mempunyai sertifikasi profesi. Kondisi itu diperparah belum adanya Balai Latihan Kerja (BLK) yang bisa memberikan peningkatan kualitas kompetensi SDM. ‘’Banyak permasalahan yang terjadi dalam penyaluran tenaga kerja,’’ tuturnya.

Suyadi menyebut jumlah pencari kerja (pencaker) pada tahun lalu mencapai 1.868 orang. Sementara yang tersalurkan baru sekitar 1.424 orang. Dengan demikian, masih ada sebanyak 444 warga yang menganggur pada tahun lalu.

Sementara, lanjut dia, sejak Januari–Februari 2019 tercatat ada sekitar 260 pencaker yang mencari kartu kuning di disnaker. Dari jumlah tersebut, hanya 58 pencaker yang diterima bekerja. Selebihnya, masih menganggur. Berbeda dengan mereka yang mencari job keluar negeri. Dari 460 pencaker, Suyadi menyatakan semuanya sudah tersalurkan. ‘’Untuk mengatasi jumlah lulusan tahun ini, pertama kalinya akan kami adakan job fair pada Juni mendatang,’’ katanya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here