Pasca-insiden Kelapa Dua, Pantau Ketat Lima Napi Teroris

91

MADIUN – Rusuh di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, yang melibatkan para narapidana teroris (napiter) rawan merembet ke daerah lain. Tak terkecuali Kota Madiun. Mengingat ada lima orang berstatus napiter yang mendekam di balik jeruji besi Lapas Klas I Madiun. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, lapas meminta dukungan pengamanan dari aparat penegak hukum. ’’Bagaimanapun, untuk pengamanan, kami tidak bekerja sendiri,’’ kata Kalapas Klas I Madiun Suharman kemarin (10/5).

Lima napiter yang mendekam di Lapas Klas I Madiun merupakan aktor-aktor di balik teror sejumlah daerah. Salah satunya AU, napiter dengan hukuman seumur hidup atas kasus pelemparan granat di Ambon. MA, napiter lainnya di Lapas Klas I Madiun, juga menjalani hukuman seumur hidup. Tiga napiter lainnya yakni AK yang dipenjara enam tahun, IK delapan tahun, dan WM selama 12 tahun. ’’Seluruhnya ditempatkan terpisah dari sel napi kasus-kasus yang lain,’’ terangnya.

Suharman mengatakan, pengamanan untuk kelima napiter telah disesuaikan dengan standard operating procedure (SOP) yang ada. Artinya, masing-masing napiter ditempatkan di lima sel yang terpisah antara satu dengan lainnya. Pascarusuh yang menewaskan lima aparat kepolisian dan seorang narapidana di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Suharman memastikan kondisi di dalam lapasnya belum terpengaruh. ’’Belum ada tanda-tanda pergerakan atau apa dari napiter. Yang jelas, kami antisipasi pengamanan,’’ jelasnya.

Pengamanan lapas coba ditingkatkan dengan meminta bantuan kepolisian dan TNI. Suharman menyebut koordinasi antara pihaknya dengan para aparat penegak hukum (APH) berjalan baik. Mereka menyatakan siap memberi backup pengamanan jika diperlukan oleh pihak lapas. Pun, pasca kejadian di Kelapa Dua, APH acap menyambangi lapas guna mengontrol situasi. ‘’Kami juga berusaha menjalin hubungan baik dengan para napiter. Perlakuan terhadap mereka sama, hanya pengamanannya yang berbeda,’’ ungkapnya.

Menjalin hubungan yang apik dengan napiter dan APH agaknya penting untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan terjadi di kemudian hari. Pasalnya, belum ada tanda-tanda kelima napiter yang menghuni lapas bakal dipindahkan ke tempat lebih sesuai. Yakni, lapas berkategori super maximum security. ’’Belum ada informasi terkait rencana pemindahan kelima napiter. Jika memang ada, kami tentu akan berkoordinasi dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Red),’’ beber Suharman.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu yang kemarin siang meninjau Lapas Klas I Madiun mengaku siap memberi bantuan pengamanan. Backup personel pengamanan siap jika sewaktu-waktu pihak lapas meminta dukungan pengamanan. Bagaimana pola backup pengamanan itu diterapkan? Nasrun menyebut, itu menjadi wewenang lapas untuk memutuskan. ‘’Sistem backup-nya seperti apa, kami sesuaikan dengan SOP yang berlaku di lapas,’’ terangnya.

Terkait adanya kemungkinan penyelundupan senjata, narkotika, dan berbagai barang lain ke lapas, Nasrun percaya SOP pengamanan masuk ke dalam lapas sudah cukup ketat dan tergolong aman. Kepolisian pun sifatnya hanya menjadi backup dari petugas pengamanan sebanyak 60 personel dari internal petugas lapas. ‘’Komunikasi sejauh ini antara pihak lapas dan kepolisian sudah berjalan baik. Kami selalu siap jika sewaktu-waktu dimintai bantuan,’’ janji Nasrun. (naz/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here