Madiun

Pasca 15 Nakes RSUD Soedono Positif Covid-19

Waspada Ledakan Kasus tanpa Gejala

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus terkonfirmasi orang tanpa gejala (OTG) diprediksi bakal terjadi. Menyusul banyaknya tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Soedono Madiun yang terinfeksi Covid-19.

Direktur RSUD dr Soedono dr Bangun Trapsila Purwaka meminta masyarakat waspada. Sebab, 15 nakes yang terkonfirmasi positif merupakan OTG. Tidak mengalami keluhan maupun gejala. ‘’Kami prediksi nanti muncul OTG yang menyebar ke mana-mana. Harus diwaspadai,’’ kata Bangun.

Pada sisi lain, Bangun memastikan hingga saat ini belum ditemukan persebaran severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dari pasien Covid-19 ke nakes. Maupun dari antarpasien atau nakes Covid-19. ‘’Alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan dan mudah-mudahan tidak ada,’’ harapnya.

Saat ini, 28 pasien Covid-19 dirawat di ruang isolasi. Seluruh pelayanan dipastikan berjalan normal meskipun banyak nakes yang terindikasi kontak erat dan masuk dalam tracing (pelacakan). Berdasarkan temuan 15 nakes yang terinfeksi Covid-19, didapatkan 124 nakes yang kontak erat. Lima puluh nakes di antaranya telah menjalani swab test. Sebanyak 35 negatif dan 15 masih menunggu hasil. Sementara 74 sisanya menantikan jadwal swab test secara bertahap. Saat ini seluruhnya diminta isolasi mandiri di rumah masing-masing. ‘’Mohon doanya mudah-mudahan segera pulih kembali,’’ ucapnya.

Wali Kota Madiun Maidi mengaku prihatin atas banyaknya nakes yang terinfeksi Covid-19. Baginya, nakes harus menjadi perhatian utama lantaran bertugas di garda depan sekaligus memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Jika di tengah krisis kesehatan ini banyak nakes yang terinfeksi, dikhawatirkan terjadi krisis nakes.  ‘’Segera kami tangani dengan serius,’’ katanya.

Pemkot telah melakukan tracing maksimal di sekitaran lingkungan tempat tinggal nakes.  Kemarin, ada penambahan kontak erat sedikitnya 15 orang. ‘’Kami all-out tracing di sekitar rumah,’’ ujarnya.

Pembatasan operasional jam malam maksimal pukul 22.00 tetap dilaksanakan. Razia sekaligus operasi protokol kesehatan bakal terus digencarkan. Bahkan, menyiapkan skema mengunci wilayah kelurahan jika terindikasi persebaran di satu kelurahan meningkat tajam. ‘’Kita longgarkan kembali jika sudah tidak ada penambahan kasus baru,’’ jelasnya.

Data terbaru, terdapat penambahan satu kasus baru Selasa (22/9). Yakni, pasien nomor 116 asal Demangan, Taman. Sehingga total konfirmasi mencapai 116 kasus. Sebanyak 89 di antaranya sembuh. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close