AdvertorialMadiun

Pasarkan Batik Sariwarni lewat Online

MADIUN– Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang ditandai dengan meluasnya penggunaan internet yang dapat diakses diseluruh dunia tak terkecuali bagi pelaku bisnis. Internet memberikan keuntungan bagi produsen dalam memperkenalkan produk baru kepada calon konsumen, memasarkan produknya secara cepat dan dapat meminimalis biaya. Sedangkan bagi konsumen, internet mempermudah produk yang diinginkan dengan cepat dan juga dapat menghemat waktu. Peluang inilah yang dilirik Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kemenristekdikti yang dimotori Dosen Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun (UNIPMA). Tim yang beranggotakan tiga orang tersebut menyasar Kelompok Batik Sariwarni Di Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun dalam pengabdianya. “Kami ingin meningkatkan pengetahuan terkait pemasaran di kelompok Batik Sariwarni ini,” ujar Ketua kelompok Wildanul Isnani.

Lebih lanjut Wilda menambahkan, kegiatan pengabdian kepada masyrakat tersebut merupakan program yang dibiayai oleh Kemenristek Dikti dan merupakan hibah  bergengsi dikalangan sivitas akademik. Bersama kedua timnya Nur Ihda Farikhatin Nisa dan Dimas Setiawan, Wilda melakukan pelatihan penguatan brand dan pemasaran kepada kelompok pengrajin batik tersebut. Pun juga mendongkrak sistem pemasarannya dengan digital marketing melalui instagram, etsy dan juga website. “Pelatihan ini tujuanya untuk meningkatkan pengetahuan kelompok batik saiwarni khususnya pemasaran produknya melalui jaringan internet,” imbuhnya.

Batik Sariwarni yang beranggotakan 15 orang sudah berdiri sejak 2013 lalu. Pun berbagai motif telah ditelurkannya. Kian hari kian berkembang karena adanya motif-motif baru yang dimunculkan. Misalnya saja motif tanaman porang dan juga motif jajan menco yang juga merupakan jajanan kas Kebonsari. Mengingat pesatnya perkembangan Batik Sariwarni, Tim PKM Unipma menggeliatkan sektor promosi melalui perkembangan internet. Pelatihan dan worksop pun juga langsung diberikan kepada anggota kelompok bagaimana tata cara mempromosikan produk melalui online. “Kami juga memantau perkembangan penggunaan instagram sebagai media pemasaran batik sariwarni,” imbuhnya.

Kegiatan PKM tersebut berlangsung selama enam bulan, yakni terhitung mulai April hingga September mendatang. Program ini tentunya sangat mendukung. Wilda berharap setelah berlangsungnya kegiatan tersebut kelompok batik sariwarni mulai di kenal masyarakat luas sehingga bisa menjadi salah satu ikon di Desa Kebonsari dan juga Kabupaten Madiun.

Beberapa pekan kedepan, PKM ini akan dilanjutkan dengan membuat inisiasi IPAL di Kelompok Batik Sariwarni. (afi/adv/bar)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close