Ponorogo

Pasar Ponorogo Dipedaskan Cabai Jakarta

PONOROGO – Tingginya harga berbagai jenis cabai belum tersolusikan. Meski daerah sudah meminta penambahan pasokan komoditas cabai melalui pemprov, nyatanya jumlah yang mampu didistribusikan terbatas. ‘’Paling banyak sementara ini disuplai ke Jakarta. Daerah hanya kebagian sekitar 18 ton,’’ kata Kepala Disperdakum Addien Andhanawarih Selasa (15/7).

Ditemui di sela rapat di kantor bupati kemarin, Addien menyebut bahwa lonjakan harga cabai belakangan merupakan fenomena luas. Tidak hanya di Bumi Reyog. Secara nasional, kata dia, harga cabai rawit berada di kisaran Rp 70 ribu per kilogram. Di Ponorogo, harga masih dapat ditekan sampai Rp 66 ribu per kilogram. ‘’Pedagang di Ponorogo kulakan di sekitar Rp 62-63 ribu per kilogram,’’ bebernya.

Faktor utama adalah panen yang tersendat. Ponorogo belum mampu mencukupi kebutuhan daerah terhadap cabai. Kemampuan panen para petaninya sejak dulu tidak mampu memenuhi keseluruhan kebutuhan. Hanya di kisaran 30 persen. Apalagi sekarang ini hasil panen dari dalam daerah kian melorot. Celakanya, petani luar daerah pun bernasib sama. ‘’Cuaca seperti ini berpengaruh terhadap hasil pertanian cabai. Semakin sedikit, jadi tidak mungkin mencukupi kalau hanya dari Ponorogo. Sementara, beberapa daerah lain juga masih belum panen,’’ kata Addien.

Semenjak harga cabai melonjak seminggu terakhir, Addien mengklaim telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak. Salah satunya Disperindag Jatim. Lantaran banyak bergantung pada suplai dari luar daerah, Addien berupaya memastikan suplai tersebut tidak tersendat. Senyatanya, upaya itu gagal. ‘’Dari hasil panen 76 ton cabai misalnya, 58 ton dikirim ke Jakarta, daerah hanya kebagian 18 ton. Jadi memang kurang,’’ ujarnya.

Disperdakum juga berkoordinasi dengan Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI). Mereka juga kesulitan memenuhi permintaan tambahan pasokan komoditas cabai ke Bumi Reyog karena minimnya hasil panen. ‘’Memang membutuhkan waktu untuk bisa kembali normal. Tapi tidak akan lama, masyarakat harus lebih bersabar,’’ jelasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close