EkonomiPacitan

Pasar Lesu, Bayar THR Tak Mampu

PACITAN – Tidak semua pekerja perusahaan swasta di Pacitan semringah jelang Lebaran kali ini. Sebab, sebagian di antara mereka terancam tidak bisa menikmati tunjangan hari raya (THR) secara penuh. Setidaknya, lima perusahaan industri perkayuan keberatan memberi THR karyawannya tahun ini. ‘’Ada yang tidak bisa bayar penuh sesuai UMK dan ada yang minta penundaan hingga Juni,’’ kata Kasi Pembinaan Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pacitan Usman Selasa (28/5).

Itu diketahui saat pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah perusahaan di Pacitan sekitar tiga pekan lalu. Merka berlasan, kondisi pasar sedang lesu. Saat ini permintaan sedang sepi. Terlebih harga tripleks terjun bebas. ‘’Kalau tidak salah harga tripleks per lembar hanya sekitar Rp 500 rupiah. Padahal biasanya Rp 1.000-an,’’ ujarnya.

Dia menyebut perusahaan yang wajib memberi THR mencapai 37 perusahaan. Perusahaan itu juga wajib membayar gaji karyawan sesuai upah minimum kebupaten (UMK). Puluhan perusahaan itu berskala menengah ke atas. Dari hasil identifikasi sebelumnya dianggap mampu. ‘’Kalau sekelas pertokoan kami memang belum wajibkan,’’ jelasnya.

Atas keberatan tersebut pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya sekadar melakukan pembinaan pada perusahaan. Dia minta perusahaan yang keberatan mengambil mekanisme musyawarah mufakat dengan perwakilan karyawannya. Sehingga, ada kesepaktan terkait THR dari kedua belah pihak. Tetap diberikan, tidak penuh atau tidak sama sekali. ‘’Sebaiknya dibuat kesepakatan di atas materai kedua belah pihak,’’ tuturnya.

Pihaknya tidak ingin masalah THR ini meruncing. Sebab, kecemburuan karyawan perusahaan satu dan lainnya bisa menimbulkan gejolak. Bahkan, hingga terjadi aksi unjuk rasa. Untuk itu, pihaknya minta agar perusahaan mengantisipasi. Dalam pertemuan dengan perwakilan perusahaan itu, pihak TNI-Polri, satpol PP, bagian hukum Setkab Pacitan dan lainnya turut diundang. ‘’Saat itu disampaikan permasalahan yang dihadapi perusahaan,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan THR diberikan minimal H-7 sebelum lebaran. Bagi perusahaan yang tidak memberi THR ada sanksinya. Mulai administratif, denda, hingga penutupan perusahaan. Hanya, sanksi tersebut tidak bisa serta merta dijatuhkan. Melainkan melalui gugatan dari karyawan yang keberatan. ‘’Ranahnya nanti perdata,’’ imbuhnya. (odi/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close