Pasar Legi Songgolangit Laku 759 Juta, Bulan Depan Bangunan Diratakan

3141

PONOROGO – Duit ratusan juta rupiah bakal mengalir ke kas daerah dari bangunan mangkrak eks Pasar Legi Songgolangit. Seiring telah dilelangnya pembongkaran aset Pasar Legi kemarin (30/1).

Meski harga lelang tidak terpaut jauh dari limit senilai Rp 751 juta yang telah ditetapkan. Kemarin pembongkaran Pasar Legi dihargai Rp 759 juta dari lelang. Makelar asal Solo memenangi lelang tersebut. ‘’Kami beri waktu sampai Februari untuk membongkar, nol persen sampai rata tanah,’’ kata Kepala BPPKAD Bambang Tri Wahono kemarin.

Lelang pembongkaran sekaligus penghapusan aset Pasar Legi digelar bersamaan dengan sejumlah aset lainnya. Dari berbagai aset yang dilelang, pembongkaran Pasar Legi yang paling laris peminat. Pesertanya mencapai 140 perusahaan dan perorangan. Kendaraan-kendaraan pelat luar Ponorogo memadati halaman Gedung Sasana Praja yang menjadi venue lelang kemarin. Makelar pembongkaran aset asal Solo keluar sebagai pemenang lelang. ‘’Harapan kami sebetulnya bisa lebih dari itu (nominal akhir lelang, Red). Karena pesertanya sangat banyak dan ternyata juga berasal dari berbagai daerah, termasuk kota-kota besar seperti Surabaya atau Jakarta,’’ ujarnya.

Bambang awalnya sempat khawatir dengan limit harga lelang pembongkaran Pasar Legi yang cukup tinggi. Pun, hasil appraisal sempat disebut Bambang sekitar Rp 900 juta. Namun demikian, kompleks bangunan mangkrak seluas 8.652 meter persegi itu rupanya masih bernilai di mata para makelar pembongkaran bangunan. Usut punya usut, material di Pasar Legi cukup banyak yang bernilai jual. ‘’Seperti rangka-rangka besi itu saja sudah berapa. Belum termasuk material lainnya,’’ tuturnya.

Bambang menambahkan, pihaknya memberi waktu lima hari kepada pemenang lelang asal Solo itu untuk menuntaskan pembayaran lelang. Setelah itu, pihaknya akan menerbitkan surat perintah kerja pembongkaran (SPKP) sebagai dasar bagi pemenang lelang untuk merobohkan Pasar Legi. Satu syarat lain dari BPPKAD, pembongkaran dapat tuntas Februari mendatang dan nol persen alias rata tanah. ‘’Jangka waktunya 45 hari. Tapi, kami berharap Februari bisa selesai karena lelang pembangunan Pasar Legi baru sudah dimulai di pemerintah pusat,’’ terangnya.

Pemkab berjanji membantu memfasilitasi pemenang lelang agar dapat membongkar dengan cepat. Caranya, dengan membantu bongkar muat. Pihaknya juga memfasilitasi tampungan bongkaran di TPA Mrican. Dengan begitu, target Februari akhir rata tanah dapat direalisasi. ‘’Kami akan ikut membantu bongkar muat dan penampungan bongkaran. Nanti kami komunikasikan dengan OPD terkait,’’ ujar Bambang.

Di lain pihak, Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun Adi Wibowo menegaskan, lelang secara terbuka penting dalam mewujudkan asas akuntabilitas dan transparansi dalam proses penghapusan aset negara. Nilai lelang, kata Adi, harus bisa maksimal namun wajar. ‘’Dengan begitu, manfaat objek yang dilelang dapat dipetik semaksimal mungkin,’’ katanya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here