Pasang Police Line di Jembatan Banjarsari 2, Di-Status Quo-kan

132

PACITAN – Insiden nyaris putusnya jembatan Banjarsari 2 mendapat atensi Polres Pacitan. Petugas pun diturunkan untuk pengamanan di sekitar lokasi. Bahkan pintu masuk menuju jembatan dipasang police line. ‘’Agar masyarakat tidak mendekat,’’ kata Kapolres Pacitan AKP Sugandi di lokasi kemarin (25/1).

Tidak hanya di satu sisi. Dari arah Desa Banjarsari dan Semanten juga di-police line. Dia juga memerintahkan anggotanya, khusunya polsek setempat, untuk bergiliran menjaga lokasi. Tujuannya, agar jembatan tersebut tidak dilalui. ‘’Kami jadikan status quo. Tidak boleh dilalui,’’ tegasnya.

Dia menyebut, sebelum kejadian jembatan tersebut sudah sering dilalui warga. Padahal, jembatan tersebut belum diresmikan. Pemasangan garis polisi tersebut bakal lama. Pasalnya, pelepasan menunggu hasil penyelidikan penyebab nyaris putusnya jembatan rampung. ‘’Sampai proses penyelidikan hingga selesai perbaikan, akan tetap dipasang police line,’’ jelasnya.

Bahkan, pengamanan dan pemasangan police line juga diberlakukan di jembatan gantung Kedungbendo, Desa Kedungbendo, Arjosari, Pacitan. Kapolsek Arjosari diminta berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk mengimbau warganya agar tidak melintasi jembatan.  ‘’Tidak boleh dilalui meski pengguna sepeda motor atau pejalan kaki,’’ maklumatnya.

Diketahui, dua jembatan gantung tersebut dikerjakan PT Cahaya Agung Perdana Karya dengan nilai kontrak Rp 6,08 milar yang bersumber dari APBN 2018. Dua jembatan tersebut masuk dalam 164 jembatan gantung yang direncanakan pemerintah di seluruh Indonesia. Keduanya juga baru dioperasikan Januari 2019 ini. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here