Ngawi

Pasang Atap Darurat dari Terpal

DUA hari usai insiden kebakaran yang melanda enam kios sisi timur Alun-Alun Merdeka Ngawi, sebagian pedagang terdampak mulai kembali berjualan. Mereka memperbaiki lapaknya secara mandiri. ‘’Lumayan parah kerusakannya, terutama bagian atap,’’ kata Darmini, salah seorang pedagang, Rabu (20/11).

Lapak milik penjual es kelapa muda itu berjarak satu kios dari pusat kebakaran. Api membakar separo atap polikarbonat kiosnya. Meja pembatas bangunan ikut ludes menjadi arang. Beruntung kala itu dia sengaja melepas tabung elpiji.  ‘’Kalau tidak, kerugiannya bisa lebih banyak. Soalnya, beberapa dagangan dan peralatan masak saya tinggal. Disimpan di kotak,’’ paparnya.

Darmini menyebut, dua hari tidak berjualan kehilangan potensi pemasukan ratusan ribu rupiah. Sebab, cuaca panas seperti sekarang permintaan es kelapa muda tersebut tergolong tinggi. Dalam sehari, sedikitnya 50 buah kelapa laku terjual. ‘’Kalau menunggu perbaikan mungkin lama, jadi saya pasangi terpal dulu, yang penting bisa jualan,’’ imbuhnya.

Dia berharap kiosnya mendapat perbaikan sebelum malam pergantian tahun. Itu mengingat pada momen tersebut pengunjung alun-alun Ngawi membeludak. ‘’Kalau segera diperbaiki juga terlihat enak dipandang,’’ ujar Darmini.

Lapak milik Darmini merupakan satu dari enam kios yang terbakar pada Senin lalu (18/11). Diduga api berasal dari kompor milik salah seorang pedagang yang lupa dimatikan. Pun, total kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close