Partai Demokrat Diprediksi Masih Dominan di Dapil I Pacitan

101

PACITAN – Dominasi Partai Demokrat di Daerah Pemilihan (Dapil) I Pacitan diperkirakan tidak tergoyahkan. Dari jatah sembilan kursi, empat di antranya diincar. Itu lantaran daya saing partai lain kurang greget dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 ini. ‘’Demokrat tetap empat. Bukan karena peningkatan mutu calegnya, tapi caleg partai lawan tidak seimbang,’’ kata Sutikno, pengamat politik di Pacitan kemarin (23/1).

Dua dari empat kursi tersebut diprediksi bakal diraih caleg incumbent. Yakni Indrata Nur Bayu Aji dan Joko Susilo Hadi. Sedangkan peluang Anung Dwi Ristanto yang juga incumbent berat. Alasannya, akibat selisih selidi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Watukarung lalu. Sebab, istrinya adalah kades terpilih. ‘’Selain itu elektabilitasnya juga merosot. Buktinya, dalam Pilkades Watukarung itu. Saat Anung belum nyaleg, istrinya menang mutlak. Tetapi sekarang tipis,’’ ungkapnya.

Sehingga, dua kursi tersisa jadi rebutan Sri Widayati dan Gimat sebagai pesaing Anung. Sutikno   menyebut kedua caleg Demokrat itu  memiliki basis massa sama bagusnya. Persiapan Sri Widayati lebih matang setelah sebelumnya gagal. Sedangkan Gimat berprestasi sebagai mantan kepala desa. ‘’Dengan begitu ketiganya berebut dua kursi tersisa,’’ ujarnya.

Dengan empat kursi yang diincar partai berloga mercy itu, tersisa lima kursi untuk partai lain. Empat kursi bakal dibagi empat parpol incumbent. Pun dengan caleg yang kini duduk di kursi legislatif. Yakni Sulistyorini (PAN), Dandung Wahyu Wibowo (Golkar), Eko Setyoranu (PDIP) dan Bambang Margono (Gerindra). ‘’Keempat  parpol itu masing-masing bakal mendapat satu kursi,’’ sebutnya.

Sedangkan satu kursi lagi jadi perebutan empat parpol. Yakni Partai Hanura, Nasdem, PKS dan PKB.  Sosok Rudy Hartoyo masih jadi andalan Partai Hanura. Selebihnya Ashuri Hidayat (Nasdem), Ririn Subiati (PKS) dan Arifin (PKB). Menurut dia, masing-masing memiliki basis massa dan elektabilitas lebih dibanding caleg lainnya. ‘’Namun semuanya tetap masih prediksi,’’ tegasnya.

Sementara peluang John Vera Tampubolon yang muncul lagi dalam Pileg 2019 disebutnya kecil. Sebab, sepak terjang mantan anggota DPRD 1999-2004 kontroversial. Sedangkan kemunculan Chrismilia Natalia, pemilik Hotel Srikandi dalam bursa caleg belum terasa. ‘’Karena belum memiliki basis massa,’’ imbuhnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here