Parpol, TKN hingga Bakesbangpol Hanya Bisa Menunggu

22

PACITAN – Pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres) yang dilaksanakan serentak pada Pemilu 2019 ini ada dampak positif dan negatifnya. Banyaknya jenis surat suara membuat proses pemilu berjalan lambat. Itu salah satu negatifnya. Tidak hanya proses pemungutan suara tapi juga penghitungannya. ‘’Dibanding pemilu sebelumnya, waktunya lebih lama,’’ kata Sekretaris DPC Partai Demokrat Pacitan Ronny Wahyono kemarin (18/4).

Menurut dia, kondisi tersebut berbuntut panjang. Proses pemilu yang lama membuat sejumlah saksi di setiap TPS kelelahan. Apalagi penghitungan suara berlangsung hingga dini hari bahkan pagi. Padahal, mulainya pagi hari sebelumnya. Buntutnya, laporan hasil penghitungan suara dari TPS ke sekretariat pemenanganpartainya pun lemot. Hingga siang kemarin (18/4), hasil pemilu belum dikantongi. ‘’Laporan perolehan suara yang masuk sampai malam kemarin baru 23 persen,’’ imbuhnya.

Ronny pun hanya bisa menunggu laporan perolehan suara partai dan para calegnya. Dia tidak bisa memastikan kapan bisa terkumpul. Pihaknya masih mencoba menghubungi para saksi. Sesuai data sementara, Partai Demokrat leading di Pacitan. Namun, dia belum berani menyebut angka. Untuk caleg DPR RI Edi Baskoro Yudhoyono, meraih suara tertinggi dibanding caleg Demokrat lainnya. ‘’31.210 suara. Tapi itu masih sementara,’’ jelasnya.

Sementara Gagarin, politikus Partai Golkar yang juga ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf juga belum mengantongi perolehan suara pilpres hingga DPRD kabupetan. Dioa menyebut, faktor geogarfis yang sulit jadi kendala. Tidak hanya mobilitas saksi, jaringan internet pun tidak maksimal. Sehingga, pihaknya belum bisa merilis data. ‘’Mati lampu dan cuaca juga jadi masalah,’’ imbuhnya.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan juga mengalami kendala sama. Laporan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 masih minim. Laporan dari desa dan kecamatan belum diterima. Kondisi geografis dan mati lampu di sejumlah daerah diduga jadi penyebabnya.  Sehinnga, bakesbangpol juga belum berani membeber data. ‘’Kami belum berani. Belum representatif,’’ ujar Kepala Bakesbangpol Pacitan Suhariyanto. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here