Pacitan

Parkir Liar Dekat Mapolres Pacitan Semrawut

PACITAN – Lokasi parkir liar di Jalan Pahlawan Pacitan segera ditertibkan. Itu lantaran pemkab setempat tidak mau disebut penataan parkir di Kota 1001 Gua semrawut. ‘’Sesuai kajian kami, cukup dibuat satu sisi saja supaya tidak macet,’’ kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pacitan Cipto Yuwono, Kamis (4/10).

Meski begitu, hasil kajian tersebut masih akan dipaparkan di depan Bupati Pacitan Indartato. Kajian tersebut diambil dari hasil survei sebulan terakhir. Hasilnya, kata dia, titik crowded di kawasan Pacitan kota hanya di Jalan Pahlawan.  ‘’Tepatnya di sebelah barat mapolres,’’ ujarnya.

Menurut dia, rata-rata kendaraan yang parkir 125 unit roda dua dan sekitar 10 unit roda empat. Parkir menempati sisi kanan-kiri badan jalan. Sehingga, acap menimbulkan kemacetan. Sementara, puncak parkir liar di lokasi tersebut sekitar pukul 09.00. ‘’Tidak hanya anggota atau staf polres, tapi juga tamu di situ,’’ bebernya.

Yuwono juga bakal menyampaikan kajian itu ke Polres Pacitan. Jika disetujui, rencana tersebut bakal segera direalisasikan. Tujuannya, agar parkir kendaraan tidak semrawut hingga menimbulkan kemacetan.  ‘’Jadi, nanti semua kendaraan (parkir) di timur. Tembus sampai MTs,’’ tegasnya.

Meski begitu, pihaknya masih menunggu pembangunan gedung sistem administrasi manunggal satu atap (samsat) di Mapolres Pacitan rampung. Sisa lahan bisa digunakan parkir anggota dan staf Polres Pacitan. Sehingga, bisa mengurangi kendaraan parkir di Jalan Pahlawan. Selama ini, Polres Pacitan memang tidak memiliki lahan parkir.

Survei juga dilakukan di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Hanya, ruas  jalan paling padat di Pacitan kota tersebut masih dalam kategori aman untuk penataan parkir. Parkir kendaraan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas. Sebagian besar bank, pertokoan, hingga warung di sepanjang jalan tersebut memiliki lahan parkir. ‘’Mereka (pengendara, Red) juga tidak lama parkirnya,’’ jelasnya.

Sementara parkir di Jalan DI Panjaitan sekitar RSUD dr Darsono masih jadi masalah. Kanan-kiri badan jalan digunakan parkir meski terpasang rambu larangan. Untuk penataan, rencananya akan dibuatkan peraturan daerah (perda) parkir. ‘’Jadi, kalau ada pelanggaran, dishub bisa bertindak,’’ tegasnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close