Parkir Alun-Alun Caruban Tunggu Relokasi PKL Klir

97

MEJAYAN – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Reksogati Caruban belum dibarengi tata kelola parkir. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun sengaja menunggu para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya disentralisasi di selatan Masjid Quba betul-betul matang menempati lokasi berjualan baru. ‘’Kalau sudah final, penataan parkirnya berjalan,’’ kata Kepala Dishub Kabupaten Madiun Kurnia Aminulloh kemarin (20/1).

Menurut Kurnia, seratusan PKL saat ini masih melakukan serangkaian uji coba menempati tiga lokasi baru mereka. Yakni, sepanjang sisi barat dan utara alun-alun serta pojok antara Masjid Quba dan Pendapa Ronggo Djoemeno. Dia khawatir ada tarik ulur pembagian titik berjualan di internal PKL anggota Paguyuban Sembilan Muda. Termasuk kemungkinan berubahnya desain lokasi yang telah ditentukan dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (disperdakop-UM). ‘’Kami tunggu sampai semuanya sudah siap,’’ ujarnya.

Kemarin siang masih banyak pedagang yang belum siap untuk pindah. Sebab, lokasi tersebut direncanakan sebagai tempat parkir kendaraan. Sejumlah lapak atau tenda terlihat masih berjejal di kompleks selatan masjid itu. Bahkan, ada PKL yang masih berjualan atau meninggalkan lapaknya begitu saja. Padahal, implementasi dari relokasi yang pembahasannya sejak akhir tahun lalu itu rencananya dieksekusi hari ini (21/1). ‘’Lebih baik diselesaikan dulu, ketimbang harus kerja dua kali karena melakukan penyesuaian,’’ dalihnya.

Menilik desain disperdakop-UM, titik parkir yang bakal menjadi atensi dishub ada dua. Pertama, jalur masuk dari pintu selatan sisi barat. Jalan tersebut berbenturan langsung dengan pintu keluar masuk kendaraan parkir kawasan masjid. Atensi kedua, titik parkir di sepanjang depan pendapa. Akses pintu keluar masuk menuju pendapa bakal ditutup selama menggelar dagangan. Pihaknya khawatir bila sewaktu-waktu ada tamu penting pemkab. ‘’Apakah perlu menggeser di depan kantor sekretariat atau tidak,’’ tekannya.

Kurnia sesumbar tata kelola parkir rampung dalam sehari asalkan penempatannya sudah matang. Sebab, yang menjadi penekanan faktor keamanan dan tidak semrawut. Dia belum bisa memastikan jumlah personel yang dilibatkan. Juga penerapan retribusinya. Namun, ada rencana menggunakan jasa masyarakat sekitar. Pihaknya mulai mendata anggota karang taruna dan pemuda di sekitar Pusat Pemerintahan Caruban. ‘’Mungkin Senin (hari ini, Red) kami lakukan rapat membahas pengelolaan parkir,’’ ucapnya.

Terpisah, Koordinator Paguyuban Sembilan Muda Suro Subagyo menyerahkan sepenuhnya ke anggota terkait bersedia tidaknya direlokasi. Termasuk menjalankan hak dan kewajiban bongkar pasang. Lapak atau tenda yang nganggur tidak boleh dipakai pedagang lain. Masing-masing hanya berhak memperoleh satu kavling di tempat yang baru. ‘’Tidak boleh beralasan ingin memperbanyak kavling lapak,’’ tegasnya.

Persoalan lapak atau tenda yang masih tertinggal di kompleks masjid bakal didata paguyuban. Kemudian diserahkan ke disperdakop-UM. Seandainya pemilik mencarinya, diminta berkoordinasi dengan dinas terkait. ‘’Kami tidak ingin masalah relokasi ini menjadi rumit,’’ tuturnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here