Parah, Tiga Bulan Keluar Penjara Nyabu Lagi

191

NGAWI – Dua budak sabu berhasil dicokok Polres Ngawi. Kali pertama, petugas menangkap Habillah Dimas Setiawan, 22, residivis asal Dusun Pleneran, Desa Sugihwaras, Maospati, Magetan. Selang beberapa jam, ikut ditangkap Senior Fajar Risqia, 28, warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Pelem, Ngawi. Kedua pemuda pemakai sabu ini ditangkap Rabu siang (8/8) di lokasi berbeda. ’’Tersangka yang residivis kami tangkap setelah bertransaksi di daerah Sine, sementara yang satu lagi di wilayah Paron,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Djanu Fitrianto, Sabtu (11/8).

Tersangka Habillah tidak ada kapok-kapoknya. Baru sekitar tiga bulan keluar penjara. Penyakitnya mengonsumsi sabu-sabu kambuh. Habillah tertangkap basah saat melakukan transaksi di Dusun Randuboyo, Kuniran, Sine, Rabu lalu (8/8). Dia disergap aparat kepolisian di pinggir jalan depan SDN Kuniran 2 pada siang bolong. ’’Tersangka mengaku membeli barang (sabu-sabu, Red) dari orang yang tidak dikenal, yang sudah dipesan sebelumnya,’’ ujar Djanu.

Djanu mengungkapkan, penyergapan terhadap Habilah mulanya menargetkan pil koplo. Yakni, sesuai laporan masyarakat yang memberi informasi bahwa di TKP sering dijadikan lokasi transaksi pil koplo. Namun, saat dilakukan penggeledahan, petugas juga menemukan sabu-sabu dari kantong tersangka residivis tangkapan Polres Magetan ini. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 0.98 gram sabu-sabu dan 10 butir pil koplo. Pun, satu unit motor Supra X nopol AE 4589 NM. ’’Awalnya tersangka mengaku ambil sabu dari Sragen. Mau dipakai dengan teman-temannya di Maospati, belum ada hasil setelah kami telusuri ke sana,’’ papar Djanu.

Pada hari yang sama, Unit Satreskoba Polres Ngawi juga berhasil membekuk Senior Fajar Risqia. Pemuda 28 tahun itu disergap aparat kepolisian saat sedang mengonsumsi sabu-sabu di sebuah rumah di Desa Gelung, Paron. Djanu mengungkapkan, penyergapan dilakukan setelah memantau gerak-gerak tersangka selama tiga hari sebelumnya. ’’Dari hasil pemeriksaan, tersangka ini sedang menunggu salah seorang temannya untuk acara (nyabu),’’ ujar Djanu.

Terkuaknya kepala kolektor salah satu bank swasta di Ngawi ini berdasar informasi dari masyarakat. Bahwa, lanjut Djanu, salah satu rumah di Desa Gelung, Paron, tersebut, kerap dijadikan lokasi pesta sabu. Dari tangan Senior, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,24 gram. Pun, seperangkat alat nyabu berupa pipet kaca, korek api, botol air mineral dengan dua lubang pada tutupnya, dan sedotan. ’’Ketika ditangkap, tersangka dalam keadaan on,’’ pungkas Djanu. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here