Parah, Sepasang Pelajar MTs Mesum di Alun-Alun

505

MAGETAN – Penataan kawasan alun-alun Magetan disalahgunakan pasangan muda mudi. Satpol PP berhasil menangkap basah tiga pasang muda-mudi dalam kurun waktu kurang dari dua pekan. Kemarin siang (30/4), Sep, 15, asal Desa Simo, Kendal; dan Akh, 16, warga Desa Baleasri, Ngariboyo, diduga bermesraan di bawah pohon beringin di kompleks lapangan besar itu. sebelumnya, korps penegak perda menangkap basah dua pasangan pelajar SMK tengah berbuat tak pantas di muka umum.

Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Magetan Khamim Basori mengungkapkan, penangkapan Sep dan Akh berawal dari laporan salah seorang pedagang. Informasi yang dihimpun di lapangan, dua anak di bawah umur berduaan di bawah pohon beringin. Keduanya melakukan perbuatan tidak sepantasnya. Informasi tersebut lantas ditindaklanjuti melalui pemantau dari kejauhan. Petugas baru bergerak saat aktivitas yang dilaporkan warga itu coba diulang. ‘’Keduanya langsung kami bawa ke mako,’’ katanya kepada Radar Magetan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dua pelajar kelas IX MTs itu mengakui jika telah berciuman. Keduanya beralasan itu dilakukan spontanitas. Padahal saat itu masih siang dan banyak pengunjung berdatangan. Usut punya usut, perkenalan Sep dan Akh rupanya baru sekitar sebulan melalui  aplikasi WhatsApp. Intensnya obrolan menggunakan jejaring sosial itu berlanjut hubungan pacaran. Keduanya baru dua kali bertemu. Lokasi pertemuannya sama-sama di alun-alun. ‘’Hari ini (kemarin, Red) adalah yang kedua. Berdasarkan pengakuan, aksi tidak senonoh itu baru sekali,’’ paparnya.

Petugas lalu mendata identitas dua remaja bau kencur itu. Kedua orang tuanya dihubungi. Namun tidak dapat datang ke mako lantaran sedang bekerja. Mereka menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada satpol PP. Ketika diinterogasi petugas, Sep dan Akh hanya menunduk dan menangis. Keduanya mengumbar janji tidak akan mengulangi perbuatan. Khamim menyatakan, hukuman yang diberikan kepada dua remaja itu masih sebatas teguran. ‘’Kami juga meminta kepada orang tua masing-masing untuk betul-betul memberi pembinaan,’’ tegasnya.

Menurut Khamim, lokasi sepasang pelajar yang tertangkap berbuat mesum sangat terbuka. Seperti di bawah pohon beringin dan bangku taman. Dari berbagai arah, pengunjung lain bisa dengan mudah melihat aktivitas tak lazim di lokasi itu lantaran tidak ada penghalangnya. Namun, muda-mudi seolah mengabaikannya. ‘’Kami juga bergantung laporan dengan masyarakat,’’ tandasnya. (cor/c1/pra)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here