Parah! Capaian Proyek Peningkatan Jalan Sarangan Baru 75 Persen

87

MAGETAN – Sisa 17 hari pekerjaan, peningkatan jalan Sarangan baru mencapai 75 persen. Jika terlambat, praktis CV Indo Karya selaku kontraktor pelaksana bakal diganjar denda. ’’Kalau kami tetap optimistis selesai tepat waktu. Sisa waktu akan kami maksimalkan,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Magetan Muhtar Wahid.

Kendati yakin sesuai kontrak, Muhtar tetap menyiapkan opsi untuk kemungkinan terburuk. Sudah menjadi aturan main jika pelaksana menambah waktu pekerjaan di luar kontrak. Ada denda yang harus dibayarkan kepada Pemkab Magetan sesuai dengan nilai pekerjaan yang telat tersebut. ’’Kalau telat, jalankan prosedurnya. Akan kami denda,’’ ujarnya.

Saat ini, pekerjaan peningkatan jalan menuju objek wisata Telaga Pasir itu masih pada tahap pemasangan bekisting untuk persiapan pengecoran. Memang progresnya masih belum tampak pada tahap tersebut. Namun, jika sudah dilakukan pengecoran, progresnya akan terlihat. Pun, dengan persentasenya akan melejit dari capaian sekarang. ’’Setiap tahapan pekerjaan punya bobot yang berbeda,’’ terang Muhtar.

Namun, mulai intensnya guyuran hujan belakangan ini memberi dampak yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pekerjaan proyek pembangunan senilai Rp 1,95 miliar itu terpaksa dihentikan jika guyuran hujan sangat deras. Para pekerja pasti membutuhkan waktu untuk berteduh. Hujan akan sangat berpengaruh pada awal pengecoran. Material cor pastilah tidak bisa terkena air hujan. Harus menunggu hingga cuaca cerah terlebih dahulu. ’’Masalah cuaca tidak bisa diprediksi,’’ sebutnya.

Setelah tahap pengecoran itu selesai, bukan berarti pekerjaan selesai 100 persen. Masih harus dilapisi dengan hotmix terlebih dahulu. Pada tahap finishing, akan dilakukan pengecoran pula pada dinding jalan atau sandaran. Namun, itu tidak membutuhkan waktu lama. Sejatinya, bobot terbesar pekerjaan yakni pada konstruksi bawah. Kondisi tebing harus diamankan agar tidak terkena longsor. ‘’Karena lokasinya juga berada di pegunungan. Butuh penanganan khusus,’’ ungkap Muhtar.

Jika jalan yang digarap DPUPR itu selesai, maka giliran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan yang unjuk gigi. Muhtar sudah menyediakan tempat bagi disparbud untuk berkreativitas membangun spot selfie di sana. Pekerjaan jalan tersebut memang berkolaborasi antara bidang bina marga dan bidang pariwisata. Karena peningkatan infrastruktur tersebut untuk menunjang kegiatan pariwisata di Telaga Sarangan. ’’Ibaratnya, kami hanya menyiapkan panggung, sedangkan yang manggung itu disparbud,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here