Panwaslu Telisik Sumber Dana Reses Amanto

164

MADIUN – Panwaslu bergerak cepat menyusul temuan dugaan penyalahgunaan reses Amanto, anggota DPRD Kota Madiun. Kegiatan serap aspirasi masyarakat yang berlangsung Kamis lalu (19/4) diduga menjadi ajang kampanye paslon nomor urut dua Harryadin Mahardika-Arief Rahman. Kemarin (23/7) panwaslu memanggil Harryadin Mahardika (cawali nomor 2), Amanto, dan Ketua Komisi III Bondan Panji Saputro yang hadir di acara itu. ’’Kami sengaja klarifikasi agar terang benderang,’’ kata Kokok Heru Purwoko, ketua Panwaslu Kota Madiun.

Dia mengatakan, panwaslu berfokus menelisik dugaan kampanye Mahardika-Arief di reses Amanto. Menurutnya, bukti foto kegiatan reses sudah dikantongi. Kuncinya tinggal pembuktian soal penggunaan APBD di reses Amanto. Jika terbukti, maka masuk ranah pidana pemilu mengacu UU 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, serta PKPU 4/2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. ’’Rohnya, pakai APBD atau tidak dalam reses itu,’’ ujarnya.

Hasil klarifikasi kemarin belum cukup memberi titik terang terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Kokok HP membeber jika Mahardika memberi keterangan dirinya datang sebagai narasumber dan menjabarkan sesuai keahlian yang dimiliki. Pun, dia juga tidak mendukung pembiayaan reses Amanto. ’’Kami perlu mencari bukti ada tidaknya penggunaan APBD di reses Pak Amanto. Selain mengklarifikasi Pak Mochid (Mochid Soetono, ketua DPD NasDeM, Red), juga sekretariat DPRD,’’ imbuhnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, Mahardika menjadi tamu pertama panwaslu kemarin. Datang bersama Ketua Tim Pemenangan Mahardika-Arief Hermawan Setyohadi, keduanya diklarifikasi pukul 10.10. Sekitar 11.15, keduanya meninggalkan ruang pemeriksaan. Mahardika mengaku dicecar 15 pertanyaan seputar reses Amanto di Jalan Cempedak, Kamis malam lalu (19/4). Dia mengaku datang diundang menjadi salah satu narasumber. ’’Karena kami mengusung pemberdayaan lingkungan RT, strategi pembangunan wilayah itu yang dipaparkan,’’ jelasnya.

Awalnya, Mahardika mengaku sempat khawatir kedatangannya di acara reses Amanto menuai masalah. Dia khawatir jika kegiatan itu didanai APBD. Pihaknya mendapat konfirmasi dari Amanto bahwa kegiatan reses dibiayai pribadi. Sempat ditanya mengapa tidak menggunakan APBD, Amanto menjelaskan kepada Mahardika jika dirinya sudah mengambil dana dari APBD untuk pembiayaan bimbingan teknis (bimtek) partai. ’’Akhirnya kami mengajukan izin, STTP (surat tanda terima pemberitahuan, Red) terbit 12 April,’’ bebernya.

Pemegang gelar Doctor of Philosophy (PhD) Monash University di bidang ekonomi dan bisnis itu mengaku mengajukan STTP kampanye sebagai upaya transparansi. Mahardika menyebut tidak ingin kegiatannya itu ilegal di mata hukum. Pengajuan STTP itu juga didasarkan atas kepastian dari Amanto yang tidak menggunakan APBD dalam resesnya. ‘’Kalau murni reses menggunakan APBD kami tidak berani datang. Toh tim kami sebelum acara juga berkonsultasi dengan panwaslu,’’ terangnya.

Berikutnya, tak berselang lama setelah Mahardika dan Hermawan keluar ruang pemeriksaan, Amanto yang anggota komisi III dan Fraksi Partai Nasional Rakyat Sejahtera (F-PNRS) itu datang. Amanto tidak sendiri, dia datang bersama Ketua Komisi III Bondan Panji Saputro. Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) dan ketua BK itu langsung diklarifikasi panwaslu. Tak jauh beda, keduanya keluar ruang pemeriksaan sekitar satu jam kemudian. ‘’Dana reses dari APBD tidak saya ambil, meskipun kegiatan ini masuk momen reses,’’ kata Amanto.

Amanto tak menampik kegiatan reses Kamis malam di rumahnya itu masuk agenda resmi masa persidangan I DPRD. Kendati resmi, Amanto berdalih tidak menggunakan APBD untuk membiayai acaranya. Mengapa? Dia berasalan tidak boleh double funding antara reses dengan bimtek partai. Dia memilih menggunakan fasilitas dana APBD untuk membiayai bimtek partainya. Amanto juga menampik sempat mengajukan proposal APBD untuk reses namun ditarik kembali. ’’Tidak benar, sejak awal saya pilih untuk bimtek,’’ ujarnya.

Saat awak media mewawancarai Amanto, Bondan Panji Saputro memilih menghindar. Dia bergegas masuk mobil Mercy S280 berplat AE 1420 B miliknya dan meninggalkan kantor panwaslu. (naz/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here