Panther Dihantam Truk Gandeng, Pasutri Tewas

151

NGAWI – Lima nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di awal 2019 ini. Empat kali insiden dan empat hari berturut-turut pula laka lantas terjadi. Dua kali laka lantas melibatkan bus. Satu kali insiden motor versus motor.

Teranyar adalah laka lantas antara Isuzu Panther dengan truk gandeng di Km 34-35 Jalan Raya Ngawi–Mantingan masuk Dusun Ngrancang, Desa/Kecamatan Mantingan, kemarin (6/1) pukul 05.30. ’’Mayoritas laka lantas disebabkan pengendara kurang berhati-hati dan kurang memperhatikan arus lalu lintas,’’ kata Kanit Laka Polres Ngawi Ipda Cipto Utoyo kemarin (6/1).

Adalah pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Wirogunan, Kecamatan Kartosuro, Sukaharjo, Jawa Tengah, yang menjadi korban meninggal laka lantas antara Isuzu Panther dengan truk gandeng kemarin. Herman Sudarsono, 71, dan Yohana Saminah, 71, pasutri nahas itu. Kecelakaan bermula saat Herman bersama istrinya mengendarai Isuzu Panther nopol AD 9085 EK dari arah barat. ’’Mereka terhantam truk gandeng dari arah berlawanan,’’ ujar Cipto.

Nahas menghampiri keduanya sesaat setelah memasuki Km 34-35 Jalan Raya Ngawi–Mantingan. Di lokasi kejadian, keduanya terhantam truk gandeng Hino nopol W 8191 UR yang dikemudikan Mukhamad Alhuda, 28, asal Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, Nganjuk. Kedua moncong kendaraan bertabrakan keras di tempat kejadian perkara (TKP). ’’Truk oleng ke kanan karena sopirnya mengantuk,’’ ungkap Cipto.

Pecah kecelakaan tidak bisa dihindari lantaran jarak antara kedua kendaraan terlalu dekat. Bodi Isuzu Panther yang kalah besar ketimbang truk gandeng, ringsek seketika. Herman dan istrinya terjepit di ruang kemudi Isuzu Panther yang terlempar ke luar badan jalan itu. Saking kerasnya hantaman, ban kanan depan mobil sampai terlepas. ’’Sopir Panther meninggal di TKP. Istrinya meninggal setelah mendapat perawatan medis,’’ terang Cipto.

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait insiden maut itu. Dikatakan Cipto, sopir truk gandeng saat ini diamankan untuk proses selanjutnya. Hasil olah TKP sementara, truk gandeng melaju kencang kemudian oleng ke kanan dari jalurnya lantaran sopir mengantuk, lalu menabrak mobil dari arah berlawanan. ’’Dua kendaraan yang terlibat laka kami amankan di pos terdekat sebagai barang bukti,’’ paparnya.

Seolah tiada hari tanpa laka di Bumi Orek-Orek. Sehari sebelum laka lantas antara Isuzu Panther dengan truk gandeng itu, kecelakaan berujung maut juga terjadi. Guntur Febrianto, 15, mengembuskan napas terakhirnya. Pelajar asal Desa Tawangrejo, Ngrambe, itu meninggal setelah mendapat perawatan medis di RSUD dr Soeroto Ngawi. Dia terlibat laka lantas di Km 39–40 Jalan Gendingan–Ngrambe, masuk Desa/Kecamatan Ngrambe, Sabtu malam (5/1) pukul 21.40. ’’Motor dengan motor, tabrak depan juga. Korban sudah tidak sadar saat dilarikan ke rumah sakit,’’ terang Cipto.

Laka lantas berujung korban jiwa ini bermula saat Guntur mengendarai Honda Astrea Grand nopol AE 4398 JI dari selatan. Nahas bermula saat Guntur hendak mendahului mobil di depannya. Sementara dari arah berlawanan melaju Yamaha RX King nopol B 5704 TI yang dikendarai Suyono, 39, warga Desa Sidomulyo, Ngrambe. Alhasil, tabrakan antara kedua motor tidak bisa dihindari. ‘’Kedua pengendara sama-sama tidak mengenakan helm,’’ ungkap Cipto.

Kasus laka lantas berujung korban jiwa di Ngawi terbilang banyak pada awal 2019 ini. Selain dua insiden yang menewaskan pasutri dan seorang pelajar tersebut, juga terjadi dua kecelakaan yang melibatkan bus. Pada Jumat (4/1) di Km 32–33 Jalan Raya Ngawi–Mantingan, pengendara Honda Vario nopol AE 2645 MF meregang nyawa setelah terhantam bus Mira nopol S 7288 US. Sementara, laka lantas antara Bus Sugeng Rahayu nopol W 9804 UZ dengan Honda Vario nopol S 4132 DR di Km 07–08 Jalan Ngawi-Maospati pada Kamis (3/1) juga berujung korban jiwa. Pengendara Vario yang sempat dilarikan ke rumah sakit akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.

Di permulaan 2019 ini, setidaknya Polres Ngawi telah mengamankan delapan kendaraan sebagai barang bukti kasus laka lantas yang berujung maut. Yakni dua bus, satu truk gandeng, satu mobil, dan empat motor. Tentang empat insiden laka lantas tersebut, Cipto mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. ’’Kasus-kasus masih kami tangani. Keterangan saksi-saksi kami kumpulkan dan akan ditindaklanjuti sesuai proses hukum yang berlaku,’’ pungkasnya. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here