Pantang Merokok di Sembarang Tempat!

26
ANTUSIAS: Sosialisasi peraturan tentang kawasan tanpa rokok (KTR) berlangsung gayeng.

NGAWI – Pemkab Ngawi kian mengukuhkan diri sebagai pelopor kawasan tanpa rokok (KTR). Itu seiring pengesahan Perbup 14/2019 tentang Pelaksanaan Perda 10/2015 tentang KTR. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi menyosialisasikan peraturan-peraturan tersebut ke masyarakat pada Senin lalu (1/7).

‘’Perbup ini sebagai implementasi serta pelapis perda KTR yang lebih dulu disahkan,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ngawi Endah Pratiwi.

Dalam Perbup 14/2019 tentang Pelaksanaan Perda 10/2015, tercantum tujuh ruang lingkup KTR. Yakni, fasilitas kesehatan, tempat proses belajar-mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat lain yang ditetapkan.

Endah mengungkapkan, KTR mesti benar-benar diterapkan di tujuh titik tersebut. ‘’Termasuk instansi pemerintah. Ada sanksinya juga. Dan, peraturan ini berlaku sejak disahkannya perbup pada 22 Mei 2019 lalu,’’ terangnya.

Endah menjelaskan, baik perda maupun perbup tersebut bukan serta merta melarang orang untuk merokok. Melainkan sebagai pengontrol agar tidak merokok di sembarang tempat. ‘’Peran serta masyarakat juga penting dalam hal ini. Terutama bagi para perokok tentang dampak negatif yang ditimbulkan. Setidaknya, menghargai orang-orang di sekitarnya,’’ papar Endah.

Sebagai pendamping pembentukan perda dan perbup KTR yang bersinergi dengan TCSC IAKMI Jatim itu adalah dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Sri Widati. Menurutnya, ada secondhand smoke dan thirdhand smoke di samping perokok aktif.

Artinya, bahaya rokok tidak hanya menyasar perokok pasif saat perokok aktif menyulut rokoknya. Racun-racun yang ditimbulkan dari rokok juga akan menempel di dalam ruangan tempat merokok. ‘’Perda dan perbup ini mengusung semangat mendidik dan pengendalian. Goal-nya adalah memotong mata rantai kebiasaan merokok,’’ ungkap Sri.

Bidang P2P Dinkes Jatim Yohana Rina menambahkan, implementasi perda yang diwujudkan dengan terbitnya perbup merupakan sebuah langkah bagus terkait KTR.  Yohana berharap apa yang telah dilakukan Pemkab Ngawi ini bisa menjadi contoh kota-kabupaten lain di Jatim. ‘’Dengan adanya implementasi seperti ini, artinya Kabupaten Ngawi selangkah lebih bagus,’’ ucapnya. (den/c1/isd/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here