Pantai Benges yang Kian Viral di Medsos, Saingan Seruling Samudera Klayar

112
OBJEK BARU: Pantai Benges di Jetak, Tulakan, memiliki keindahan karang karst dan seruling samuderanya. Kini semakin viral di kalangan warganet.

PACITAN – Potensi Kabupaten Pacitan sebagai daerah pariwisata bukan isapan jempol belaka. Selain bertabur objek wisata yang sudah beken, objek wisata baru terus bermunculan di daerah berjuluk Kota 1.001 Gua itu. Pantai Benges di Desa Jetak, Tulakan, misalnya. Pantai ini viral lantaran memiliki seruling samudera. ‘’Ada angin yang berembus di celah karang saat ombak datang, suaranya mirip seruling samudera di Pantai Klayar,’’ kata Ahmad, salah seorang pemandu wisata lokal, Jumat (12/7).

Pantai tersebut bukan berupa bentangan pasir putih seperti lazimnya. Sebaliknya, karang karst kokoh mencuat membentang di sepanjang Pantai Benges. Warna hitam karst dipadu rimbunnya pandan laut dan hijaunya rumput membuat pantai tersebut menarik dikunjungi. Apalagi, pengelola menyediakan beberapa tempat selfie seperti perahu bambu dan gazebo. ‘’Baru dirapikan beberapa bulan terakhir dibantu swadaya masyarakat setempat dan desa,’’ terang Ahmad.

Selain jadi destinasi wisata, lokasi pantai yang menjorok ke laut juga terkenal sebagai spot rock fishing. Para pemancing biasa menggunakan tempat berburu ikan-ikan besar, seperti kakap merah hingga jenis kerapu seperti macan. ‘’Dulu sebelum terkenal sebagai tempat wisata, di sini sudah ramai pemancing,’’ jelasnya.

Fitriani, salah seorang pengunjung, sengaja datang dari Kecamatan Bandar lantaran penasaran dengan kemolekan Benges. Dia direkomendasikan temannya yang datang terlebih dulu. Mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Pacitan itu terpesona dengan keunikan pantai ini. Terutama seruling samudera yang mirip di Pantai Klayar. ‘’Pantainya bersih, banyak gezebo. Enak buat santai,’’ ungkapnya.

Sayangnya, lanjut dia, akses menuju pantai ini masih sulit. Meski hanya berjarak 30 menit dari pusat Kota Pacitan melintasi Jalur Lintas Selatan, namun 500 meter masuk ke pantai masih berupa jalan tanah yang dipadatkan. Pun belum ada warung makan di lokasi itu. ‘’Overall bagus, ombaknya pas nabrak karang kelihatan menakutkan tapi bagus,’’ pungkasnya. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here