Pacitan

Panggang Kayu, Dapur Jadi Abu

PACITAN – Petaka menimpa Wijianto, 31. Dapur rumahnya di Dusun Bonagung, Wonosidi, Tulakan, Pacitan, ludes. Itu setelah si jago merah mengamuk sekitar pukul 23.00 Senin (25/2). Selain menyisakan puing-puing, sejumlah perabotan pun hangus. ‘’Kerugian ditaksir sekitar Rp 10 juta,’’ kata Kapolsek Tulakan Iptu Agus Irianto kemarin (26/2).

Kejadian bermula saat Wijianto, istri, dan seorang anaknya tidur. Mendadak terdengar benda jatuh dari bagian dapur. Wijianto yang belum pulas terbangun. Dia melihat kobaran api di dapur. Dia pun berteriak minta tolong kepada tetangga. Warga setempat pun bergegas memadamkan dengan peralatan seadanya.

Namun, upaya pemadaman tidak berlangsung mulus. Warga harus mengambil air di rumah sekitarnya. Sehingga butuh waktu sampai sekitar dua jam. ‘’Dapur rumah habis terbakar karena bangunannya terbuat dari papan kayu,’’ ujarnya.

Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Dia menduga faktor human error. Wijianto memiliki kebiasaan memanggang kayu untuk memasak. Sedangkan saat kejadian, diduga korban tidak mematikan api. Sehingga api merembet dan membakar dapur rumahnya. ‘’Sedang memanggang kayu. Karena dibiarkan, akhirnya kebablasen,’’  tutur kapolsek.

Menurut dia, warga Wonosidi dan sekitarnya memang memiliki kebiasaan memanggang kayu sebagai bahan bakar untuk memasak. Pasalnya, warga tidak memanfaatkan kompor gas lantaran sudah nyaman. Sayangnya, cuaca kurang bersahabat. ‘’Kayu basah tidak bisa dikeringkan dengan tenaga matahari. Selain musim hujan, di sekitar lokasi pohonnya juga lebat,’’ jelasnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close