Pacitan

Panen Buntung karena Serangan Burung

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Marno tidak bahagia dengan tanam padi ketiga kali ini. Petani asal Dusun Temon, Kelurahan Ploso, Pacitan, itu memilih memanen dini padinya di sawah seluas 660 meter. Sulur padi yang selamat dari serangan burung dipotong dengan sabit. ‘’Mau bagaimana lagi, habis dimakan burung,’’ katanya Selasa (15/10).

Marno menyebut, dua pekan lagi sejatinya padi bisa dipanen. Bahkan kualitas buahnya juga sedang bagus. Namun, belum sampai terjadi, burung datang menyerang. Upaya memasang jaring penghalang tidak terlalu efektif. ‘’Karena tidak punya waktu menunggu,’’ ujarnya.

Serangan burung membuat gabah kering yang dibawa pulang turun drastis. Tidak untung, malah buntung. Jika biasanya sampai 12 karung, kini hanya separonya. Marno bakal menjual jerami padi untuk pakan ternak. Menekan kerugian atas biaya operasional yang dikeluarkan untuk irigasi. Kemarau memaksa pompa air dihidupkan dua hari sekali. ‘’Kira-kira Rp 2 juta hilang. Rugi biaya tanam, bibit, bajak sawah, air, dan pupuk. Belum lagi tenaganya,’’ beber Marno.

Menjelang panen, serangan burung jenis emprit merajalela di persawahan tempat tinggal Marno. Sejumlah petani berupaya menyelamatkan padi dengan berbagai cara. Seperti memasang umbul-umbul untuk menakut-nakuti hingga membentangi sawah dengan jaring. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close