Mejayan

Pandean Nol Kasus Korona sejak Pentas Tari Dongkrek

Tergantung Keyakinan, Taat Protokol Kesehatan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kelurahan Pandean, Mejayan, salah satu wilayah di Kabupaten Madiun yang hingga Minggu (2/8) nihil kasus Covid-19. Ketika pandemi mulai melanda negeri ini empat bulan lalu, sejumlah seniman kelurahan itu menggelar pergelaran dongkrek.

Pentas kesenian tari berkeliling Taman Asti Caruban saat itu diharapkan sebagai tolak bala korona. Menilik sejarah, kirab serupa pernah dilakukan Raden Prawiradipura untuk mengusir pagebluk 1867 silam.

Ketua Sanggar Seni Dongkrek Pandean Angga Sutria enggan berspekulasi ihwal nol kasus korona saat ini karena pentas dongkrek Maret lalu. Mulai warga suspect hingga positif terkonfirmasi. ‘’Tergantung keyakinan masing-masing,’’ ujarnya.

Di luar keinginan mengusir Covid-19, kirab dongkrek upaya mengenang lahirnya seni dongkrek ratusan tahun silam. Juga mengurangi dampak psikis yang timbul di masyarakat. ‘’Kirab dongkrek itu napak tilas sejarah,’’ tuturnya.

Angga menyebut, anjuran pemerintah tidak boleh dikesampingkan. Taat dan tertib menerapkan protokol kesehatan menjadi hal penting. ‘’Juga berusaha dan berdoa dengan keyakinan masing-masing agar terhindar dari Covid-19,’’ katanya.

Lurah Pandean Puguh Wijayanto membenarkan bahwa wilayahnya nol kasus. Namun, dia tidak ingin mengaitkannya dengan kirab dongkrek. ‘’Sampai saat ini pandemi belum berakhir. Jangan lengah,’’ pintanya. (den/c1/cor)

Lampu Hijau Kegiatan Masyarakat

WARGA Kabupaten Madiun dipersilakan menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan di masa pandemi Covid-19. Itu lewat Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 118.45/554/KPTS/402.013 tentang Protokol Kesehatan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa/Kelurahan dan Kegiatan Masyarakat Dalam Tatanan Normal Baru di Kabupaten Madiun. ‘’Diteken Bupati Ahmad Dawami 29 Juli lalu,’’ kata Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Madiun Agus Budi Wahyono (ABW) Minggu (2/8).

ABW memerinci kegiatan yang mendapat lampu hijau. Antara lain, keagamaan, pariwisata, perdagangan, kesenian, dan hajatan lainnya. Syaratnya, masyarakat harus tertib protokol kesehatan. Penyelenggaraannya juga harus dapat izin dari pihak-pihak terkait. ‘’Jangan sampai ada klaster Covid-19 baru. Misalnya, klaster hajatan,’’ ujarnya.

Sementara, kurva kasus Covid-19 di kabupaten ini belum melandai. Dua pasien baru korona terkonfirmasi Sabtu (1/8). Penambahan itu membuat kasus yang ditangani menjadi 53. ‘’Yang sudah sembuh 35 pasien,’’ kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Madiun Mashudi.

Mashudi menyebut, pasien ke-52 warga Desa Sumbergandu, Pilangkenceng. Pria 55 tahun itu punya riwayat penyakit tifus. Sebelum uji swab di RSUD Caruban, pasien tersebut berobat di Puskesmas Pilangkenceng. ‘’Pihak keluarga sudah diminta isolasi mandiri dan akan di-rapid test,’’ ujarnya.

Pasien ke-53 adalah perempuan 64 tahun tinggal di Desa Tawangrejo, Gemarang. Pasien tersebut pulang dari Sidorejo sekitar tiga pekan lalu dengan mengeluh demam. ‘’Sempat berobat di Pustu Tawangrejo dan opname di Puskesmas Gemarang. Karena semakin parah, dirujuk ke RSUD Caruban, dan hasil swab-nya ternyata positif,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close