Pancer Door Ajang Vandalisme dan Tindak Asusila

19

PACITAN – Aksi vandalisme jadi musuh besar pengelolaan objek pariwisata di Pacitan. Sebab, coretan tangan-tangan jahil di fasilitas umum destinasi wisata sulit diberantas tuntas. Akibatnya, sangat mengganggu pemandangan dan kenyamanan wisatawan. Di Pantai Pancer Door misalnya. Salah satu gazebo di pantai ini jadi sasaran vandalisme oknum tak bertanggung jawab.

Coretan serta gambar tidak senonoh menghiasi tiang hingga atap gubuk tempat melepas lelah tersebut. Padahal, beberapa waktu lalu Pemkab Pacitan sempat melakukan bersih-bersih vandalisme di lokasi tersebut. ‘’Entah tangan siapa lagi yang corat-coret ini,’’ kesal Bibit, salah seorang tokoh masyarakat di Pancer Door.

Bibit menduga aksi corat-coret tersebut tak hanya dilakukan pengunjung luar daerah yang datang ke Pancer Door. Namun, pengunjung lokal pun dituding ikut andil. Pasalnya, pengunjung Pancer Door mayoritas warga Pacitan. ‘’Sangat disayangkan karena merusak keindahan fasilitas umum di sini,’’ keluh pria pemilik salah satu kedai di pantai ini.

Menurut dia, minimnya security atau petugas keamanan semakin memuluskan aksi tersebut. Pasalnya, hingga kini tak ada satu pun petugas yang berpatroli mengawasi aktivitas di pantai. Termasuk life guard yang sejatinya sangat dibutuhkan di objek wisata pantai. Hanya petugas tiket yang bertugas pagi hingga sore hari. Padahal, tak jarang pada malam hari pantai di kota itu kerap dikunjungi warga. ‘’Kalau ada yang jaga pastinya lebih aman, termasuk dari pelanggaran norma susila,’’ jelasnya.

Terpisah, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Budi Hartoko juga menyayangkan ulah tangan jahil di fasilitas umum tersebut. Sebab, tidak hanya corat-coret, namun juga merusak atap gazebo hingga jebol. Padahal untuk membangun fasilitas tersebut butuh dana tak sedikit. ‘’Sudah kami lakukan pembinaan terhadap para pengunjung, namun tetap ada saja yang jahil,’’ sesalnya.

Menurut dia, minimnya kesadaran pengunjung menjaga fasilitas di tempat wisata dikhawatirkan bakal mempengaruhi tingkat kunjungan. Pasalnya, pengunjung tak nyaman dapat dipastikan bakal enggan kembali. ‘’Kami akan koordinasikan dengan instasi terkait untuk menjaga dan membersihkan fasilitas umum tersebut,’’ ujarnya.

Pihaknya berencana mengusulkan pembangunan portal di pintu gerbang masuk pantai tersebut. Pasalnya, keberadaan pantai tersebut acap digunakan pasangan muda-mudi menghabiskan waktu hingga malam hari. Jika minim penjagaan dia khawatir bakal terjadi hal yang tak diinginkan. ‘’Biasanya yang patroli pihak kepolisian atau masyarakat kelompok sadar wisata setempat,’’ pungkas Hartoko. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here