Madiun

Pancaroba, Awas Angin Kencang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Angin kencang mewarnai Kota Madiun dalam dua hari terakhir. Salah satu tanda peralihan dari musim kemarau ke penghujan itu diprediksi masih akan terjadi beberapa hari mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Agus Hariono menyatakan, embusan angin kencang tersebut merupakan karakter khas musim pancaroba. Karena itu, dia mengimbau warga tetap tenang. ‘’Tanda musim hujan sudah dekat, bukan termasuk anomali cuaca,’’ kata Agus Selasa (5/11).

Menurut dia, angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir muncul akibat tekanan angin di belahan bumi bagian utara yang lebih tinggi daripada selatan. Angin tersebut membawa uap air yang selanjutnya membentuk awan di wilayah Pulau Jawa. ‘’Lalu, turun menjadi hujan,’’ imbuhnya.

Perbedaan tekanan air tersebut, lanjut Agus, masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Pun, hujan diprediksi mengguyur pada dasarian II November. ‘’Biasanya, awal musim penghujan diwarnai angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang,’’ ungkap Agus.

Agus menyebut, sepanjang Senin lalu (5/11) hingga hari ini) kecepatan angin di kisaran 16–21 knot atau setara 30–45 kilometer per jam. Namun, kata dia, kondisi itu relatif normal. ‘’Tapi tetap perlu diwaspadai. Kami sudah berkoordinasi dengan disperkim untuk pemangkasan yang rawabn tumbang diterpa angin kencang,’’ terang mantan sekretaris BPKAD tersebut.

Dia menyebut, beberapa waktu lalu angin kencang menyebabkan batang dan ranting sejumlah pohon di Jalan Ring Road Barat tumbang. ‘’Pohon yang rawan tumbang biasanya punya ketinggian di atas 10 meter, dahannya lebat, dan akarnya terpotong akibat pembangunan,’’ bebernya.

Di Kota Madiun, sejumlah kelurahan rawan terdampak angin kencang. Di antaranya, Tawangrejo, Patihan, dan Oro-oro Ombo. ‘’Termasuk kawasan ring road,’’ ujarnya. (her/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close