Pakai Kostum Seberat 10 Kilogram

342

MENJADI gitapati marching band membawa berkah tersendiri bagi Sri Jayanti. Dari gitapatilah, Yaya –sapan akrabnya– menyelami dunia modeling. Berawal saat dirinya didapuk menjadi gitapati marching band sekolah. Usai tampil, datang salah seorang fotografer kepincut memotret Yaya sebagai model photo shoot. ’’Lalu fotografernya itu ngajak teman-temannya, akhirnya ya sering jadi model. Ada yang buat koleksi sampai endorse,’’ kata Yaya.

Dari model foto, Yaya menjajal kemampuannya berlenggak-lenggok di atas catwalk. Beragam jenis kompetisi fashion show turut disambangi gadis yang April nanti genap berusia 19 tahun itu. Kendati sampai saat ini keberuntungan belum berpihak, dia mengaku menikmatinya untuk menambah pengalaman. ’’Karena memang sudah jadi hobi,’’ ujar warga Sukolilo, Jiwan, ini.

Singkat cerita, Yaya bertemu dengan Arga Wijaya, founder Miss Global Indonesia. Perjumpaan itu menjadi jalan rezekinya. Beberapa kali Yaya dipercaya agensi tersebut sebagai model karnaval. ‘’Baru di Madiun, Kabupaten, Malang,’’ sebutnya.

Baginya, menjadi model karnaval punya tantangan tersendiri. Sebab, tak jarang kostum yang dipakai berat dan harus berjalan dalam rentang jarak yang cukup jauh. Ditambah harus menari dengan kostum tersebut. ’’Terakhir waktu ikut Malang Flower Carnival  September 2018 lalu, saya pakai kostum beratnya sekitar 10 kilogram. Terberat yang pernah saya pakai, dan jalan nggak terlalu jauh hanya 100 meter,’’ bebernya.

Lazimnya seorang model, menjaga penampilan merupakan hal wajib. Sulung dua bersaudara ini menjaga  bentuk tubuh tetap ideal. ’’Sebisa mungkin menghindari olahan mi dan bakso. Kalau makan mi, perut kayak langsung buncit,’’ ungkap Yaya.

November 2018 lalu, Yaya juga menyempatkan waktu  mengikuti audisi pencarian bintang salah satu televisi  swasta di Manado. Dari 200 peserta, panitia memilih 50 orang yang berhak lolos ke tahap selanjutnya. Yaya termasuk di antaranya. ‘’Tapi saya cuma sampai tahap dua, nggak sampai karantina,’’  terangnya sembari menyebut mengidolakan Michelle Ziudith.

‘’Suka aja sosok Michelle. Di balik ketenarannya, dia bukan cewek yang neko-neko dan tampil apa adanya. Itu sifat yang ingin saya terapkan di diri saya,’’ pungkasnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here