Paguyuban Pedagang Eks Stasiun Pertanyakan Relokasi Susulan

100

PONOROGO – Masa depan relokasi susulan dipertanyakan. Rencana memboyong sisa pedagang dari eks stasiun ke pasar relokasi hingga kini tak kunjung terealisasi. ‘’Tidak tahu, dinas ini (disperdakum, Red) kurang tenaga atau kurang sungguh-sungguh,’’ keluh Korlap Paguyuban Pedagang Eks Stasiun Suwardi kemarin.

Suwardi terang-terangan mengeluhkan kesiapan pemkab dalam memindah pedagang tiga simpul pasar ke tempat relokasi. Sudah diumumkan secara luas berminggu lalu. Bahwa, 7 Februari merupakan deadline relokasi susulan bagi pedagang yang masih tersisa di eks stasiun. Senyatanya, sampai sekarang urung diboyong lantaran areal relokasi telat dipersiapkan. ‘’Sudah diumumkan pakai mobil keliling, maksimal 7 Februari. Itu info salah, tidak tahu apa kalau tempatnya belum siap,’’ katanya.

Penyiapan areal selatan los 4 sejatinya sudah berlangsung sejak Januari. Semula, hanya sebagian besar areal tanah uruk di sisi selatan-barat yang diplester semen. Belakangan, areal sisi timur juga ikut diplester semen. Kemarin Radar Ponorogo meninjau lokasi. Areal selatan-timur yang sebelumnya masih berupa tanah uruk sudah diplester semen. Namun, belum terlihat adanya penomoran untuk pembagian.  ‘’Kalau belum selesai (dipersiapkan) semua, ya belum bisa membagi (bedak para pedagang, Red),’’ ujarnya.

Lamanya realisasi relokasi susulan ini dikhawatirkan memunculkan pedagang selundupan. Namun, Suwardi akan bertindak tegas. Setelah pihaknya sudah bisa melakukan penataan dan membagi bedak bagi para pedagang. ‘’Data dobel akan kami kroscek ketika penataan. Pedagang baru dan selama ini belum pernah berjualan, langsung kami coret,’’ tegasnya.

Di lain pihak, Kasatpol PP Supriyadi juga belum dapat memastikan kapan relokasi pedagang eks stasiun dapat dilaksanakan. Dikonfirmasi kemarin, Supriyadi mengaku usai berkoordinasi dengan Addin. Pihaknya baru diberi kabar jika areal relokasi untuk pedagang eks stasiun baru saja siap. Kunci relokasi, tegas Supriyadi, di tangan disperdakum dan paguyuban pedagang. ‘’Kalau tempat berjualan sudah ada dan sudah dikavling, ya tinggal memindah pedagang. Itu mudah. Kami terus berkomunikasi dengan pedagang,’’ terang Supriyadi.

Supriyadi juga mendapati data jumlah pedagang yang akan direlokasi tidak akurat. Dari hasil kroscek yang dilakukan disperdakum, ada data ganda. Jumlah pedagang yang awalnya diestimasikan 681 orang tinggal sekitar 500 pedagang. ‘’Kami terus menurunkan petugas, baik di eks stasiun maupun pasar relokasi, untuk membantu mempersiapkan pemindahan. Supaya sekali tuntas. Harapannya, tentu sesegera mungkin,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here