Pagi Konsumsi Telur, Malam Minum Susu Kambing Etawa

54

LANGKAH kaki Afitria Kurniawati tampak semakin cepat saat laju larinya memasuki halaman Suncity. Setelah melintasi karpet biru dan menyentuh garis finis, seorang panitia buru-buru menghampirinya dan menanyakan nama lengkapnya.

Setelah itu, dia memilih duduk di belakang podium ditemani ayahnya sembari menunggu pengumuman pemenang. Tia –sapaan akrab Afitria Kurniawati- spontan berdiri saat namanya disebut MC sebagai juara I kategori pelajar putri. ‘’Ini pertama kalinya dapat juara event di luar Ponorogo,’’ katanya.

Tia tak menyangka gelar juara mendarat kepadanya. Pasalnya, bungsu dari lima bersaudara itu tidak mematok target muluk di Karismatik Madiun Fun Run (KMFR) 2018. Melainkan sekadar berniat memperbaiki catatan waktu terbaiknya. ‘’Tadi (Minggu 9/12, Red) waktunya 24 menit 27 detik. Meningkat terus. Terakhir ikut lari di Kediri 25 menit. Bahkan, tahun lalu masih 28 menit,’’ ujarnya senang.

Remaja 14 tahun itu menekuni lari sejak kelas VI SD setelah sebelumnya berkecimpung di olahraga renang. Event lari pertama yang diikuti berlangsung di Kota Madiun dua tahun lalu. Kala itu dia finis di urutan 10 dari sekitar 3 ribu peserta. ‘’Menjelang start, saya sempat terdorong kerumunan orang dari belakang sampai jatuh,’’ kenangnya.

Warga Jalan Pramuka, Ponorogo, itu selama ini berlatih mandiri didampingi Agus Suwito sang ayah. Lokasinya paling sering di kompleks Stadion Batoro Katong dan jalanan sekitar rumahnya. ’’Bapak juga hobi lari. Dulu sering ikut lomba,’’ ungkapnya.

Menu latihan yang dilahap Tia biasanya diawali dengan pemanasan untuk melemaskan otot. Sesekali ditambah senam ABC yang dipelajarinya dari YouTube. ‘’Baru setelah itu lari-lari keliling stadion,’’ tutur pelajar kelas VIII SMP ini.

Selain latihan rutin, Tia memperhatikan betul pola makan dan istirahat. Ada sejumlah makanan yang berusaha dihindari. Terutama saat menjelang turun di sebuah kompetisi. ‘’Nggak makan pedas, dingin, asem-aseman. Sama Bapak nggak boleh,’’ katanya.

Bukan hanya itu, ada asupan makanan tambahan yang rutin dikonsumsi setiap hari. Pagi usai sarapan dia mengonsumsi telur ayam kampung. Siangnya sayur dan malam harinya segelas susu kambing etawa ditambah madu. ‘’Sangat membantu ketahanan fisik,’’ ujar remaja yang mengidolakan atlet nasional lari jarak jauh asal Jawa Tengah Triyaningsih itu. ***(dila rahmatika/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here