Ngawi

Padi Diterjang Hujan-Angin, Petani Merugi

NGAWI – Hujan lebat disertai angin yang belakangan kerap mengguyur wilayah Ngawi membuat sejumlah petani meringis. Bagaimana tidak, banyak tanaman padi yang ambruk kena terjang hujan-angin. ‘’Ya rugi, walaupun tak banyak,’’ kata Koirul Anam, salah seorang petani Dusun Kerten, Desa Teguhan, Paron, kemarin (18/2).

Ya, hamparan padi di penggal Jalan Raya Paron-Jogorogo masuk Desa Teguhan itu seolah seperti tanah lapang. Sebab, tidak sedikit tanaman padi yang ambruk diterjang hujan-angin. Ada yang sudah menguning dan siap dipanen. Ada juga padi yang masih hijau dengan bulir belum begitu bernas. ‘’Untuk luas 60 are, biasanya saya panen dua ton lebih gabah. Gara-gara ambruk, ini cuma dapat 18 kuintal,’’ ungkapnya.

Koirul terbilang masih beruntung dibandingkan petani lain. Sebab, dia masih mendapatkan harga yang lumrah dari tengkulak yang menebus gabahnya. Kendati tetap merugi, nominalnya tidak kelewat banyak. ‘’Untung ambruknya sudah masuk waktu panen, kalau baru njebul ya tambah rugi banyak,’’ ujarnya.

Suparman, petani lain Desa Teguhan, memastikan bakal menanggung rugi pada musim panen kali ini. ‘’Hasil panen bisa tinggal separo dari biasanya. Belum lagi harga turun karena kualitas gabah juga tidak baik kalau ambruk seperti ini,’’ ungkapnya. (mg8/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close