Madiun

Padi Dijarah Tikus, Petani Rugi Besar

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sejumlah petani di Desa Muneng, Pilangkenceng, menjerit. Bibit-bibit padi yang baru ditanam ludes dijarah hama tikus. Sudah buntung modal, mereka harus memberantas hewan pengerat itu secara mandiri. ‘’Setelah tanam, besoknya sudah habis dikeret tikus,’’ kata Mujiono, salah seorang petani, Rabu (15/1).

Mujiono menaksir ada sekitar 10 hektare lahan padi di area persawahan yang rusak diacak-acak tikus. Pun, para petani sudah kehabisan akal untuk memberantas hama tersebut. Perburuan tikus dengan berbagai cara tidak membuahkan hasil. ‘’Disulami dengan bibit baru, tapi tetap khawatir habis lagi,’’ ujarnya.

Akibat serangan hama tikus, setidaknya Rp 600 ribu sampai Rp 1 juta kerugian yang dialami petani per seperempat hektare. Itu dihitung dari bibit sekali tanam plus biaya traktor dan upah tenaga penanam. Kerugian tersebut belum termasuk bibit padi untuk tanam musim kedua. ‘’Satu ikat bibit Rp 7.000. Kalau satu petak ini (seperempat hektare, Red) butuh 60 ikat bibit padi,’’ jelas Mujiono.

Mulyadi, petani lainnya, mengungkapkan bahwa upaya yang dapat dilakukan sejauh ini sebatas gropokan ramai-ramai. Pun, dia berharap pemkab ikut cawe-cawe membantu pemberantasan hama tikus yang meresahkan sekaligus merugikan itu. ‘’Petani di sini sudah berusaha. Tapi inginnya dibantu biar hasilnya lebih maksimal,’’ ucapnya. (den/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close