PAD Pariwisata Kabupaten Madiun Cuma Ratusan Juta

51
DIKELOLA BERSAMA: Waduk Widas Saradan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Madiun tertinggi dari sektor retribusi pariwisata.

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Madiun dari sektor pariwisata tak melimpah. Pemkab hanya menggantungkan pemasukan retribusi ratusan juta rupiah dari tiga destinasi. Yakni, Waduk Widas, Saradan; Wanawisata Grape, Wungu; dan Monumen Kresek, Wungu. ‘’Belum ada tambahan destinasi,’’ kata Kabid Pembukuan dan Penagihan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun Ari Nursurahmat Rabu (21/8).

Ari menyebut, target retribusi pariwisata tahun ini Rp 173,2 juta. Realisasinya 58,93 persen atau bila dirupiahkan Rp 102 juta per 9 Agustus lalu. Selama ini, Waduk Widas jadi penyumbang tertinggi dengan kontribusi sekitar Rp 100 juta per tahun. Sedangkan dua lainnya di kisaran puluhan juta. Kecuali Monumen Kresek, wisata lainnya milik pihak ketiga. ‘’Pemkab memperoleh bagi hasil keuntungan dari kerja sama,’’ ujarnya.

Selain tiga objek wisata itu, kabupaten ini punya destinasi andalan seperti hutan pinus Nongko Ijo, Kare; dan Watu Rumpuk, Mendak, Dagangan. Keduanya wisata alam. Tidak termasuk kriteria objek yang bisa dipungut retribusi. Di sisi lain, Nongko Ijo dikelola Perhutani dan Watu Rumpuk pemerintah desa (pemdes) setempat. Perlu ada memorandum of understanding (MoU) agar pemkab bisa terlibat. ‘’Memang ada Madiun Umbul Square, tapi setorannya masuk BUMD (badan usaha milik daerah, Red),’’ tuturnya.

Kepala Bapenda Kabupaten Madiun Indra Setyawan menambahkan, potensi PAD dari dua objek wisata itu muncul ketika ada pengembangan. Misalnya, keberadaan wahana permainan atau penginapan di sekitar lokasi wisata. Akan tetapi, upaya memunculkan fasilitas tersebut bukan menjadi tanggung jawab lembaganya. ‘’Sudah ada tugasnya sendiri-sendiri. Kami sifatnya sekadar memberikan saran,’’ katanya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here