Magetan

PAD Kabupaten Magetan Turun Rp 1 Miliar

Laba PDAM Tereduksi 8,95 Persen

‘’Kami akan bekerja keras dan melakukan inovasi berdasar potensi PAD yang ada.’’ Suprawoto, Bupati Magetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Magetan 2020 turun sekitar 0,5 persen. Proyeksi itu terlihat dalam RAPBD 2020 yakni Rp 211,85 miliar. Atau turun sekitar Rp 1 miliar dibanding PAPBD 2019 Rp 212,81 miliar. ‘’Memang turun,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto Kamis (7/11).

Menurut Kang Woto, sapaan Suprawoto, penurunan terjadi pada hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Terbesar dari PDAM Lawu Tirta yang labanya tereduksi  8,95 persen tahun ini. Besaran laba itu digunakan sebagai salah satu dasar penghitungan PAD tahun depan. ‘’Penurunan itu karena menyangkut dari luar, jadi harus dipisahkan,’’ ujarnya.

Penurunan  juga terjadi pada penjualan hasil peternakan, penerimaan bunga deposito, pendapatan badan layanan umum daerah (BLUD) RSUD dr Sayidiman Magetan, dan pendapatan dari badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS). Total penurunannya mencapai 4,21 persen. ‘’Kalangan dewan sudah memberi saran terkait penurunan ini. Kami akan perhatikan itu,’’ janjinya.

Kendati begitu, Kang Woto memastikan objek pajak dan retribusi naik. Sebab, ada tambahan tiga objek pajak. Yakni, pemakaian radio. Sedangkan retribusi ada tambahan objek di kebun refugia Plaosan dan kebun buah Srogo. Sehingga, ada sumber pemasukan baru. ‘’Pendapatan dari retribusi naik,’’ terangnya.

Saat ini, raperda tentang tambahan objek pajak dan retribusi itu masih dalam pembahasan bersama DPRD Magetan. Yakni, Perda 2/2012 tentang Retribusi Jasa Usaha. Dalam raperda itu tertuang tarif yang harus dibayar dalam pemakaian radio. Dasarnya, durasi, frekuensi per hari, masa putar, dan jenis pelayanan. ‘’Kami akan bekerja keras dan melakukan inovasi berdasar potensi PAD yang ada,’’ ungkapnya.

Sedangkan potensi pemasukan retribusi dari kebun refugia Plaosan dan kebun buah Srogo berasal dari parkir kendaraan pengunjung dan tiket masuk. Diperkirakan pengunjung akan membeludak ke tempat wisata baru itu. Selain itu, pendapatan lain berasal dari penjualan bibit tanaman hias serta budi daya bunga. ‘’Ketika raperda sudah disahkan jadi perda, bisa dijalankan sesuai tarif masing-masing,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

Nasib Welly Belum Beruntung

PERUNTUNGAN Welly Kristanto bersaing memperebutkan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) berakhir sudah. Dirut PDAM Lawu Tirta itu hanya mampu menjalani sampai tahap pertama seleksi. ‘’Yang bersangkutan sakit, jadi tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya,’’ kata Ketua Pansel JPTP Pemkab Magetan Bambang Trianto Kamis (7/11).

Seperti diketahui, Welly hanya ikut psikotes. Tapi, saat tes penulisan makalah dan paparan, mantan kepala KPPT itu tidak hadir. Sehingga, dinyatakan gugur. ‘’Kalau disusulkan (ikut tes), pasti diprotes yang lain,’’ ujarnya.

Kendati demikian, Bambang segera menindaklanjuti soal kegagalan pelaksanaan tes yang diikuti oleh Welly itu. ‘’Tetap akan kami tindak lanjuti,’’ tutur mantan kadisdikpora tersebut.

Yang jelas, saat ini Welly dikembalikan ke posisinya semula sebagai dirut PDAM Lawu Tirta. Sehingga, pihaknya tidak perlu membentuk pansel. ‘’Sementara begitu. Kembali ke dirut PDAM,’’ kata Bambang.

Dalam proses seleksi JPTP, Welly didapati mendaftar dua posisi sekaligus. Yaitu, kepala dinas lingkungan hidup (DLH) dan kepala dinas tenaga kerja (disnaker). (bel/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close