Pacitan Masih Butuh Ribuan Guru

26
Yuni Susi Hartati: Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dindik Pacitan

PACITAN – Belum semua sekolah bisa memaksimalkan kegiatan belajar mengajar (KBM) mereka menyusul krisis guru di Pacitan. Data dinas pendidikan (dindik) setempat mencatat kekurangan 1.412 tenaga pendidik. Tingkat sekolah dasar (SD) kurang 1.321 guru. Perinciannya, 870 guru kelas, 259 guru pendidikan agama Islam (PAI) dan 192 guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes). ‘’Sedangkan tingkat SMP seluruh mapel (mata pelajaran) kurang 91 guru,’’ kata Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dindik Pacitan Yuni Susi Hartati kemarin (19/4).

Yuni menyebut kekurangan tersebut disebabkan banyak guru yang memasuki masa pensiun. Tahun ini terdapat 17 guru yang bakal pensiun. Terhitung sejak Januari hingga Desember nanti. Mereka telah memasuki usia 60 tahun, batas waktu pengabdian tenaga guru. Pun ada yang meninggal dunia sebelum pensiun serta guru yang ditarik jadi pejabat struktural di lingkup dindik dan lainnya. ‘’Yang jadi pejabat struktural sedikit,’’ imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, sebagian sekolah terpaksa melibatkan kepala sekolah dalam KBM. Mengajar seperti guru lainnya. Untungnya krisis guru tersebut sedikit tertutupi guru tidak tetap (GTT) yang diangkat sekolah. Satu guru tak jarang merangkap di dua sekolah bahkan lebih. Namun, hanya sebagian guru untuk memenuhi jam mengajar. ‘’Guru mapel minimal 24 jam mengajar dan maksimal 40 jam,’’  bebernya.

Penyebab krisi guru lainnya moratorium pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS). Pengangkatan guru PNS terakhir 2014 lalu. Pemerintah baru membuka kembali rekrutmen PNS 2018 lalu. Hanya, saat ini masih dalam proses penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai PNS. ‘’Data guru itu belum termasuk hasil penerimaan CPNS 2018, ’’ imbuhnya.

Pascapenerimaan CPNS 2018 lalu, kekurangan guru juga akan terkoreksi dengan dibukanya penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2019. Sementara untuk efisiensi dengan regrouping sekolah, dinilai tidak mudah. Perlu syarat yang wajib dipenuhi. Mulai jumlah murid, jarak sekolah, kondisi geografis, moda transportasi dan lainnya.  ‘’Terutama SD,’’ tuturnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here