Overstay, WN Malaysia Dideportasi

28

MADIUN – Kisah cinta dua dunia antara Othman bin Iman dan Rusmini terhalang urusan keimigrasian. Kemarin (2/5) warga berkebangsaan Malaysia itu terpaksa meninggalkan perempuan yang dinikahinya sejak 2004 lalu lantaran dideportasi oleh Kantor Imigrasi Klas II Madiun.

Sebagai warga negara asing (WNA), pria 69 tahun asal Kelantan itu tinggal melebihi batas waktu yang ditetapkan. Sejak tiba di Indonesia dari Bandara Soekarno Hatta, 19 Februari lalu. Visa kunjungan wisata digunakannya tinggal di Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, hingga sekarang. Dia pun akhirnya diantarkan pulang kembali ke negaranya melalui Bandara Juanda dari Kantor Imigrasi Klas II Madiun, sekitar pukul 06.30 WIB kemarin (2/5). ‘’Sebetulnya saya ingin menjadi orang Indonesia,’’ ujar Othman.

Selama tinggal di Bumi Orek-Orek, Othman dihidupi istrinya. Tak ada aktivitas khusus yang dilakukannya. Dengan dipulangkannya dia ke negeri asal, dia justru semakin menggebu kembali ke Indonesia. Setibanya di negeri jiran, dia berjanji segera mengurus berkas kewarganegaraan agar lekas kembali ke Indonesia. ‘’Saya ada keluarga di sana. Tapi, saya ingin di sini,’’ ungkapnya.

Kepala Kantor Imigrasi Klas II Madiun Kurniadie memastikan Othman sudah overstay di Indonesia selama dua tahun. Mengingat sejak pertama kali masuk Indonesia, dia hanya menggunakan visa kunjungan wisata. Othman dinyatakan melanggar ketentuan pasal 78 ayat 3 UU 6/2011 tentang Keimigrasian. ‘’Yang bersangkutan sudah melakukan pelanggaran keimigrasian dengan tinggal melebihi batas waktu yang ditetapkan,’’ terangnya.

Othman mengaku sudah menikah dengan Rusmini. Kendati tak ada selembar dokumen resmi yang menyatakan legalitas pernikahan beda kewarganegaraan tersebut. Selama tinggal di Indonesia, Othman tidak melakukan hal apa pun, seperti berdagang. Begitu pula dengan istrinya yang hanya mengaku sebagai ibu rumah tangga. ‘’Tujuan awalnya ke sini untuk kunjungan singkat, wisata,’’ jelasnya.

Keberadaan Othman itu tercium anggota tim pengawas orang asing (timpora) pada 19 April lalu. Othman lantas dibawa ke kantor Imigrasi untuk menjalani pemeriksaan. Namun, kondisi Othman yang tengah sakit tidak memungkinkan untuk dilakukan penahanan. Sehingga dia tidak ditempatkan pada ruang detensi layaknya WNA yang hendak dideportasi lainnya. ‘’Pihak keluarga menginginkan adanya penangguhan penahanan. Karena kondisinya memang tidak memungkinkan,’’ terangnya.

Hingga Mei ini, setidaknya sudah dua WNA yang dipulangkan paksa oleh Kantor Imigrasi Klas II Madiun. Sedangkan tahun lalu, sudah empat WNA yang dideportasi. Untuk mengawasi keberadaan WNA, Kantor Imigrasi Klas II Madiun membentuk timpora hingga tingkat kecamatan. Kini, sudah ada 95 timpora yang senantiasa mengawasi keberadaan WNA. ‘’Kami terus melakukan pengawasan. Jika ada yang melanggar aturan keimigrasian, langsung kami deportasi,’’ tegasnya. (bel/c1/fin)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here