Overkapasitas, DLH Bentuk Tim Pengelola Sampah

18

MAGETAN – Masalah sampah masih menjadi momok Pemkab Magetan. Karena persoalan overkapasitas TPA Milangsari belum juga terselesaikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baru sebatas mengurangi volume sampah masuk ke TPA tersebut. Salah satunya dengan menerbitkan surat instruksi bupati Magetan tentang pengelelolaan sampah di desa dan kelurahan.

Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun mengatakan, dalam surat tersebut disebutkan bahwa setiap desa dan kelurahan diwajibkan untuk membentuk tim pengelola sampah. Upaya itu sebagai tindak lanjut untuk mengatasi keterbatasan pelayanan sampah oleh DLH. ‘’Dana desa (DD) dan dana kelurahan bisa digunakan untuk menunjang operasional tim pengelola sampah tersebut,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Magetan Minggu (12/5).

Dia menjelaskan tim pengelola sampah itu bertugas untuk mengedukasi warga. Supaya tidak membuang sampah sembarangan. Dan, membakar sampah seenaknya. Karena dianggap merusak lapisan ozon.

Sebagai penunjang tim pengelola sampah, lanjut Muchlis, pemerintah desa (pemdes) dan kelurahan diharuskan membangun tempat pembungan sampah (TPS) sementara. Hal itu sebagai bentuk mereduksi volume sampah yang mausk ke TPA Milangasri. Sebab, saat ini, volume sampah rumah tangga sudah mencapai 28–30 ton per hari. ‘’Jika setiap desa dan kelurahan punya TPS, setidaknya sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang,’’ jelas mantan kabag humas dan protokol itu.

Sementara itu, sesuai kalibrasi hasil produksi sampah masyarakat bisa mencapai ratusan ton. Dengan asumsi setiap orang dihasilkan 0,4 kilogram sampah. Sehingga, apabila dikalibrasikan dengan jumlah total penduduk Magetan hasilnya mencapai 273 ton. ‘’Ini harus dikelola dengan benar agar tidak menjadi masalah yang semakin parah, seperti di kota-kota besar,’’ paparnya.

Muchlis mengungkapkan dari TPS sementara tersebut, sampah bisa diolah dulu sebelum dikirim ke TPA. Pengolahan bisa menjadikan sampah itu sebagai kompos. Bahkan, di daur ulang dengan bentuk lain bagi sampah plastik supaya bisa bernilai ekonomis. ‘’Pemberdayaan bank sampah juga akan kami aktifkan. Saat ini, ada sekitar 2 ribu bank sampah yang operasionalnya perlu dilakukan penataan kembali,’’ ungkapnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here